Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sidak Alun-Alun Bandar, Bupati Batang Beri 2 Catatan Penting

Riyan Fadli • Kamis, 9 Oktober 2025 | 00:15 WIB
SIDAK: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat melakukan sidak di Alun-Alun Bandar.
SIDAK: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat melakukan sidak di Alun-Alun Bandar.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Progres pembangunan Alun-Alun Bandar terus dikebut. Hingga awal Oktober 2025, pengerjaan proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru dan pusat keramaian di Kecamatan Bandar ini telah mencapai 25 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Rabu 8 Oktober 2025.

Ia optimistis proyek strategis ini akan selesai tepat waktu sesuai kontrak pada pertengahan Desember mendatang.

"Pertama dari sisi progres sudah sesuai timeline. Kontrak selesai pertengahan Desember, dan sekarang di awal Oktober sudah 25 persen. Artinya dari sisi progres sudah sesuai," ujarnya.

Dalam sidaknya, Faiz juga memeriksa langsung kualitas material yang digunakan. Meski sebagian besar bahan, seperti paving block untuk area parkir, sudah sesuai standar, ia memberikan beberapa catatan penting kepada pelaksana proyek.

Catatan pertama terkait kualitas pasir. Ia merekomendasikan penggunaan pasir dari Wonosobo yang dikenal memiliki kualitas lebih baik untuk memastikan kekuatan dan daya tahan bangunan.

"Saya hanya kasih sedikit saran terkait dengan pasir. Kalau bisa pakai pasir yang dari Wonosobo yang memang kualitasnya bagus, sesuai dengan spek yang kita harapkan," tegasnya.

Pihaknya tak segan memberikan sanksi jika pelaksana proyek tidak mematuhi standar material yang telah ditetapkan.

"Kalau sampai tidak sesuai, ya nanti tentunya kita berikan sanksi," imbuhnya.

Catatan kedua adalah mengenai tumpukan sampah dari pasar yang masih berada di area proyek. Pihaknya berjanji akan segera mencari solusi agar area alun-alun bersih dan nyaman saat sudah jadi nanti.

"Masih ada tumpukan sampah dari pasar, kita nanti akan carikan solusi ke depan supaya enggak ada lagi sampah di situ," jelasnya.

Pembangunan Alun-Alun Bandar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau (RTH), tetapi juga berfungsi sebagai pemecah keramaian yang selama ini terpusat di Kota Batang.

Menurut Faiz, Bandar merupakan satu dari empat wilayah yang ditargetkan menjadi kota baru sebagai sentra pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang.

"Harapannya begitu (menjadi pemecah keramaian, Red.). Karena memang kita punya empat yang kita target menjadi kota baru, yaitu selain Batang kota sendiri adalah Bandar, Gringsing, dan Limpung. Mungkin ke depan akan nambah Banyuputih," ungkapnya.

Menjawab kekhawatiran mengenai potensi menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun baru, Faiz menegaskan bahwa fungsi utama lokasi tersebut adalah untuk aktivitas masyarakat, bukan untuk berdagang.

"Ini tugas kita bersama, termasuk Pak Camat. Begitu ini jadi, jangan sampai dimanfaatkan tidak sesuai fungsinya. Fungsinya ruang terbuka hijau adalah akses masyarakat untuk aktivitas, bukan untuk berjualan. Berjualan sudah ada tempatnya," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#sidak #alun-alun #bandar #batang