Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkab Batang Gandeng Perusahaan-Perusahaan Ikut Intervensi Tekan Angka Stunting

Riyan Fadli • Kamis, 9 Oktober 2025 | 18:10 WIB
BANTUAN: Penyerahan bantuan untuk menekan angka stunting di Kecamatan Bandar.
BANTUAN: Penyerahan bantuan untuk menekan angka stunting di Kecamatan Bandar.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Angka stunting di Kabupaten Batang masih menjadi perhatian serius.

Tak mau tinggal diam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggandeng perusahaan untuk menggeber program intervensi gizi. Ratusan anak yang berisiko stunting menjadi sasaran utama.

Di Kecamatan Bandar 471 anak tercatat masuk kategori stunting. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menciptakan generasi penerus Kabupaten Batang yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah perusahaan-perusahaan yang proaktif membantu perbaikan gizi anak di wilayahnya. Salah satunya dari Nestle.

“Mereka ikut turun tangan mengintervensi keluarga-keluarga di Batang agar anak yang berpotensi atau sudah stunting bisa tumbuh kembang lebih baik,” ujarnya saat ditemui di Aula Kecamatan Bandar, Rabu 8 Oktober 2025.

Menurut Bupati Faiz, saat ini ada sekitar 5.000 anak di Kabupaten Batang yang masuk dalam kategori rawan stunting. Dari jumlah tersebut, program pendampingan dari Nestle telah menyentuh 289 anak.

“Jumlah ini terus bergerak naik. Ini kontribusi yang sangat besar bagi kami. Selain Nestle, beberapa perusahaan lain juga ikut terlibat, seperti dalam program Genting yang menarget intervensi kepada sekitar 270 anak,” jelasnya.

Pemkab Batang tak hanya berpangku tangan. Sebuah pilot project peternakan sapi perah di dua desa juga dijalankan sebagai strategi jitu meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Targetnya, angka stunting bisa ditekan 10–15 persen setiap tahunnya, dengan fokus intervensi pada 500–700 anak.

“Tantangannya, setiap tahun ada kelahiran baru. Maka, edukasi pada orang tua menjadi kunci utama agar stunting bisa dicegah sejak dari hulu,” tegas Faiz.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestle Indonesia, Sufintri Rahayu, menegaskan komitmen perusahaannya dalam memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Gizi yang baik sejak dini adalah fondasi masa depan bangsa. Melalui Program Pendampingan Gizi ini, kami tidak hanya memberi intervensi, tapi juga mengajak karyawan untuk turun langsung mendampingi keluarga dan kader posyandu,” terangnya.

Secara total, Program Pendampingan Gizi ini akan menjangkau 259 balita di 50 desa yang tersebar di 4 kecamatan.

Program ini didukung oleh 66 kader dari 119 posyandu, bekerja sama dengan Kemendukbangga dan Pemkab Batang.

Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya, Norman Tri Handono, menambahkan, program akan berjalan selama 180 hari ke depan dengan pemantauan berkala.

"Kami berharap, program ini bisa memberdayakan kader dan keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting, demi menyongsong Indonesia Emas 2045," harapnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bandar #stunting #batang #bantuan