METROPEKALONGAN.COM, Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang tak mau kecolongan dalam menghadapi ancaman bencana di musim penghujan.
Selama dua hari, sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) multi-sektor digembleng melalui simulasi penanganan bencana banjir untuk menguji kesiapsiagaan dan koordinasi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir yang telah disusun sebelumnya.
Simulasi ini dirancang untuk memastikan semua unsur penanganan bencana benar-benar siap dan paham tugas masing-masing saat situasi darurat.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Konsul menjelaskan, dokumen Renkon akan lebih efektif jika diuji melalui simulasi nyata di lapangan.
“Hari pertama kami lakukan teori bersama TRC multi-sektor. Hari kedua ini dilakukan simulasi secara real untuk menggambarkan situasi saat terjadi bencana banjir,” katanya di Pendopo Kecamatan Batang.
Menurutnya, tujuan utama simulasi ini adalah agar setiap OPD dan relawan tahu persis apa yang harus dilakukan.
"Jadi, ketika bencana benar-benar terjadi, meskipun kita tidak berharap, mereka bisa bergerak cepat sesuai peran yang telah disimulasikan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat prediksi BMKG menyebutkan, wilayah Jateng mulai memasuki musim penghujan sejak Oktober, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
“Pemprov Jateng memberikan apresiasi kepada BPBD Batang yang telah melaksanakan simulasi secara komprehensif. Tugas kami adalah mendampingi dan memastikan kabupaten/kota mendapat dukungan yang dibutuhkan," tegas Konsul.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah menyampaikan, simulasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia ingin memastikan tidak ada ego sektoral saat penanganan bencana.
“Kami ingin pastikan semua pihak menguasai tugasnya secara optimal, dan koordinasi antar sektor berjalan cepat dan tepat waktu. Latihan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan SDM, sistem komunikasi, serta mekanisme tanggap darurat di daerah,” terangnya.
Baca Juga: BPBD Kota Pekalongan Kini Bisa Mengawasi Lokasi Rawan Bencana dengan CCTV
Wawan menegaskan, latihan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala untuk menghadapi 12 potensi bencana lain di Batang, seperti tanah longsor, angin kencang, dan gelombang pasang.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, semua OPD lebih memahami perannya dan bisa berkoordinasi cepat ketika bencana terjadi,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla