METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, dibuat geger oleh ulah kepala desa (kades) mereka, berinisial SB.
Sang kades diduga berselingkuh dengan K, yang tak lain adalah istri sah dari salah seorang warganya.
Puncaknya, pada Jumat 17 Oktober 2025, suasana Balai Desa Kambangan mendadak tegang. Sejumlah spanduk berisi tuntutan agar SB segera mundur dari jabatannya terpasang di pagar depan kantor desa.
Aksi penggerebekan itu sendiri terjadi pada Rabu 15 Oktober 2025 malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Warga yang sudah lama curiga akhirnya memergoki SB berada di dalam rumah K, saat suami K sedang merantau di Jakarta.
“Benar, malam itu ada penggerebekan kades SB di rumah salah satu warga berinisial K sekitar jam 11 malam, diduga berbuat selingkuh,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Melihat sepeda motor milik kades terparkir di depan rumah, warga yang geram langsung mendobrak masuk.
Untuk menghindari amuk massa, pasangan yang diduga selingkuh itu langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Blado.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kambangan, Zaenal Abidin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut sang kades telah dibawa ke Polres Batang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Sejak peristiwa itu, kepala desa dibawa ke Polsek Blado, dan selanjutnya dibawa ke Polres Batang,” ujar Zaenal.
Meski demikian, Zaenal memastikan pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan normal. Atas arahan Camat Blado, untuk sementara waktu tugas kades dipegang olehnya.
“Atas perintah Pak Camat, untuk sementara kepemimpinan di desa dipercayakan kepada saya sambil menunggu proses hukum selesai,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kades Kambangan tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Iya benar, tapi tunggu dulu ya, masih proses penyelidikan,” kata Imam singkat.
Kasus yang sudah viral di media sosial ini menyulut amarah warga. Mereka merasa malu dan menilai perbuatan SB telah mencoreng nama baik desa.
Spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan tegas, seperti ‘Turunkan Kades Tidak Bermoral’ dan ‘Tak Mau Dipimpin Kades Pezina’, menjadi pemandangan di depan balai desa. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla