METROPEKALONGAN.COM, Batang - Lonjakan kasus diare dan muntah berak (Muntaber) pada anak di Kabupaten Batang membuat ruang perawatan di RSUD Batang penuh sesak.
Tercatat sudah ada 35 anak dirawat, menyebabkan kapasitas ruang perawatan khusus anak, Ruang Flamboyan, tidak lagi mampu menampung.
Akibatnya, pihak rumah sakit terpaksa memanfaatkan bangsal lain yang masih kosong untuk merawat pasien anak yang terus berdatangan.
Dokter Spesialis Anak RSUD Kalisari Batang, dr. Tan Evi Susanti, membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, lonjakan pasien sudah terasa sejak sepekan terakhir, dengan hampir setiap hari ada pasien baru yang masuk dengan diagnosis diare.
"Pasien sampai menempati ruang atau bangsal lain yang kamarnya belum terisi, seperti Ruang Mawar dan Kenanga," ungkap dr. Tan Evi.
Salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien adalah keterlambatan penanganan. Menurut dr. Evi, banyak orang tua yang cenderung meremehkan gejala awal diare pada anak.
"Kebiasaan orang tua meremehkan karena baru gejala awal. Padahal kalau tidak ada penanganan lebih lanjut, anak justru bisa mengalami dehidrasi," ujarnya.
Ia menambahkan, banyak anak baru dibawa ke rumah sakit setelah mengalami diare dan muntah selama berhari-hari.
Akibatnya, saat tiba di rumah sakit, kondisi anak sudah dalam keadaan dehidrasi yang membutuhkan perawatan inap segera.
Dokter Evi menjelaskan, penyebab utama tingginya kasus ini adalah infeksi virus.
Faktor cuaca, terutama pada masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, juga sangat memengaruhi penyebaran virus tersebut.
Meski jumlah pasien membludak, ia memastikan bahwa seluruh pasien telah tertangani dengan baik oleh tim medis. “Semua sudah tertangani,” tuturnya.
Untuk mencegah kasus serupa terus bertambah, dr. Tan Evi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan secara ekstra.
"Jaga kebersihan makanan yang dikonsumsi, serta perhatikan higiene dan sanitasi lingkungan," pesannya.
Ia juga memberikan penekanan khusus bagi anak-anak yang masih mengonsumsi susu formula menggunakan botol.
"Bagi anak-anak yang masih minum susu formula, cuci botol sampai benar-benar bersih. Gunakan air panas untuk merendamnya, karena terkadang ada yang mencuci botolnya hanya dikocok-kocok pakai air saja," pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla