METROPEKALONGAN.COM, Batang - Tak perlu lagi pusing dengan harga cabai dan tomat yang kerap melambung, warga RT 3 RW 3, Kelurahan Proyonanggan Tengah, punya cara jitu untuk mengatasinya.
Mereka kompak menyulap lahan pekarangan rumah yang sempit menjadi lumbung pangan produktif.
Gerakan kemandirian pangan yang diinisiasi secara swadaya ini mendapat sambutan antusias.
Kini, hampir setiap rumah di Gang Beo dihiasi pot atau polybag berisi tanaman cabai, tomat, hingga terong yang subur.
Salah seorang inisiator, Zaenal Acheroh, mengatakan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran warga agar lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada pasar.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga bisa menjadi produsen kecil di lingkungannya sendiri. Hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, bahkan jika berlebih bisa dijual,” katanya.
Menurutnya, semangat gotong royong warga sangat tinggi. Mereka bersama-sama menyiapkan media tanam dari 28 galon bekas yang dipotong dan dilubangi. Bahkan, Zaenal mengaku sudah merasakan hasilnya.
“Tanaman di depan rumah saya tadi pagi sudah panen, ada cabai dan tomat. Meskipun tidak banyak, tapi lumayan untuk stok dapur selama seminggu,” jelasnya.
Selain manfaat ekonomi, kegiatan ini juga sukses memperindah lingkungan. Area kosong di pinggir jalan dan halaman rumah kini menjadi kebun mini yang tertata rapi.
Gerakan ini, lanjutnya, adalah implementasi nyata semangat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat paling bawah.
"Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari skala besar. Justru dari partisipasi masyarakat di tingkat RT seperti ini, kita bisa membangun kemandirian yang berkelanjutan," tegasnya.
Sementara itu, Ismilah dari PKK RT 3 RW 3 mengaku merasakan langsung manfaatnya. Selain menghemat pengeluaran dapur, kegiatan ini menjadi ajang positif untuk mempererat kebersamaan antarwarga.
“Sekarang kalau mau masak sambal tinggal petik saja dari depan rumah. Selain segar, kami para ibu-ibu juga jadi lebih sering ngobrol dan bergotong royong,” ujarnya sambil tersenyum.
Warga berharap, inisiatif positif ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Batang, terutama dalam bentuk dukungan penyediaan bibit dan media tanam untuk pengembangan lebih lanjut. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla