Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Semarak Perayaan Hari Santri, Teladani Perjuangan KH Ahmad Rifa'i

Riyan Fadli • Kamis, 23 Oktober 2025 | 02:39 WIB
MERIAH: Para siswa saat melakukan kirab untuk memperingati hari santri 2025.
MERIAH: Para siswa saat melakukan kirab untuk memperingati hari santri 2025.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Gema Hari Santri Nasional 2025 terasa semarak di Kecamatan Limpung.

Sebanyak 1.200 siswa dari berbagai jenjang pendidikan tumpah ruah ke jalan mengikuti kirab untuk meneladani semangat juang para pahlawan santri, Rabu 22 Oktober 2025.

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Badan Wakaf al Islam Limpung ini diikuti dengan antusias oleh para peserta.

Mereka berasal dari tiga lembaga pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

"Ini adalah kegiatan rutin tahunan kami. Pesertanya sekitar 1.200-an siswa," jelas Nurroshin, salah satu pengurus yayasan.

Menurutnya, kirab ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah upaya untuk menghidupkan dan menanamkan kembali nilai-nilai luhur santri kepada generasi penerus.

"Tujuannya agar mereka paham perjuangan para pendahulu. Sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman sambil terus mengamalkan nilai-nilai tersebut," tegasnya.

Salah satu semangat yang terus digaungkan dalam peringatan Hari Santri di Batang adalah keteladanan pahlawan nasional, KH Ahmad Rifa'i.

Nurroshin menyebutkan, sosok ulama pejuang ini menjadi inspirasi utama bagi para santri.

"Kami mengenalkan kembali pejuang seperti KH Ahmad Rifa'i yang telah membuktikan perjuangannya menegakkan kebenaran dan kehidupan beragama di Indonesia saat masa penjajahan," terangnya.

Semangat perjuangan itulah yang diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Sementara itu, Humas Pimpinan Daerah (PD) Rifaiyah Batang, Makmuri, menambahkan bahwa Hari Santri merupakan momentum strategis untuk internalisasi nilai-nilai perjuangan.

Menurutnya, perayaan ini menjadi sarana efektif untuk membangkitkan semangat kaum muda.

"Hari Santri ini menjadi momentum bagi kami untuk menanamkan ghirah (semangat), dan pengetahuan yang memadai tentang apa itu santri dan tugasnya kepada generasi muda," ujar Makmuri.

Menanggapi berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi santri di era modern, Makmuri memandangnya sebagai proses yang wajar.

Menurutnya, setiap rintangan adalah bagian dari proses pendewasaan.

"Itu hal yang biasa dalam dinamika perjuangan. Adanya rintangan dan halangan adalah bagian dari proses. Kita bisa menjadi kuat, dewasa, dan bermanfaat justru karena melewati proses itu. Kadang naik, kadang turun, tapi goal-nya insyaallah selalu ada hikmahnya," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Limpung #batang #hari santri