Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Festival Literasi Batang Jadikan Membaca sebagai Gaya Hidup

Riyan Fadli • Kamis, 23 Oktober 2025 | 23:28 WIB
LITERASI: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat memberikan hadiah pada para peserta festival literasi.
LITERASI: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat memberikan hadiah pada para peserta festival literasi.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Gelaran Festival Literasi di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang dimulai, Kamis 23 Oktober 2025.

Momen ini menjadi ajang untuk menyalakan kembali semangat membaca yang dinilai masih rendah di tengah masyarakat.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, bersama Bunda Literasi, Faelasufa Faiz, kompak mengajak seluruh warga untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar kewajiban.

Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca di Indonesia.

Menurut data BPS, dari 100 orang, kemungkinan hanya 20 orang yang membaca minimal satu buku dalam setahun.

"Padahal tingkat melek huruf kita sudah 96 persen. Artinya, banyak yang bisa membaca, tapi belum terbiasa. Ini fakta yang harus kita ubah bersama," tegas Faelasufa saat memberikan sambutan.

Ia bahkan melakukan tes sederhana kepada para peserta. Saat ditanya siapa yang sudah menamatkan satu buku tahun ini, hanya segelintir orang yang mengangkat tangan.

"Literasi ini adalah jembatan dari kegelapan menuju harapan. Masyarakat yang literat akan kritis, cerdas, dan tidak mudah termakan hoaks," tuturnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Faelasufa mendorong agar koleksi buku di perpustakaan terus ditambah.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan bahwa kemajuan sebuah peradaban tidak diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kualitas manusianya.

"Kunci dari sebuah kota itu manusianya. Gedung bisa megah, tapi tanpa manusia yang beradab, itu hanya kota mati," tandasnya.

Bupati menyoroti pentingnya keteladanan dari orang tua dan guru. Menurutnya, anak-anak adalah peniru ulung.

Jika orang dewasa di sekitarnya lebih sering memegang buku daripada gawai, anak-anak pun akan mengikuti.

"Kalau orang tua dan guru rajin membaca, anak-anak akan meniru. Tapi kalau kita sibuk main handphone, mereka pun akan meniru itu," pesannya.

Faiz juga mengapresiasi langkah proaktif Disperpuska Batang yang terus menjalin kolaborasi untuk menggaungkan semangat literasi tanpa terlalu bergantung pada APBD.

"PR kita masih besar, mulai dari pemerataan akses hingga penguatan SDM. Saya harap acara ini jadi momentum untuk kolaborasi semua pihak. Kalau ingin Batang maju, peradaban harus dimulai dari literasi," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#festival #literasi #membaca #batang