METROPEKALONGAN.COM, Batang - Nadi Pertiwi, siswi SMA Negeri 2 Batang yang juga Duta Muda BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY, mengampanyekan program JKN Ready kepada rekan-rekannya.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian generasi muda dalam mengakses layanan kesehatan melalui platform digital.
Dalam pemaparannya, Nadi menjelaskan, JKN Ready merupakan akronim dari Remaja Edukatif, Digital, dan Siap Memanfaatkan Mobile JKN.
"Harapannya ingin sekali memaparkan materi kepada seluruh generasi muda dan juga teman-teman semua supaya kita bisa melek yang namanya masalah kesehatan," ujarnya di hadapan para siswa SMAN 2 Batang, Senin 3 November 2025.
Program ini lahir dari pengalaman pribadinya saat sakit gigi. Meskipun ia tahu dapat menggunakan BPJS Kesehatan, Nadi mengaku bingung dan terbiasa menyerahkan urusan kesehatan kepada orang tua.
Karenanya, ia mulai tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang BPJS Kesehatan dan penting untuk anak muda mengetahui akses layanan tersebut.
"Jadi kita semua harus tahu yang namanya BPJS Kesehatan itu apa," ungkapnya.
Nadi, yang kini bersiap maju ke tingkat nasional sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan, menjelaskan perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurutnya, BPJS Kesehatan adalah badan penyelenggara jaminan sosial, sementara JKN adalah nama program dari pemerintah untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh warga Indonesia.
Ia juga menekankan tiga alasan pentingnya menjadi peserta JKN, yaitu terlindungi, program JKN memberikan perlindungan kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Lalu, patuh.
Menjadi peserta merupakan bentuk kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku, dan gotong royong.
Konsep ini memungkinkan peserta yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang kurang mampu melalui iuran yang dibayarkan.
"Aplikasi Mobile JKN memiliki sejuta manfaat dalam satu genggaman," imbuhnya.
Aplikasi ini merupakan salah satu dari sembilan kanal layanan non-tatap muka BPJS Kesehatan, yang juga mencakup layanan Pandawa melalui WhatsApp dan Care Center 165. Berikut adalah program-program kerja yang dijalankan oleh Duta Muda BPJS Kesehatan itu.
Pertama, JKN Ready Podcast, Sebuah program podcast yang merupakan hasil kolaborasi dengan Jurnaliska dan sudah diunggah di Instagram serta YouTube.
Kedua, JKN Ready Goes to Health Facilities, Kegiatan sosialisasi mengenai aplikasi Mobile JKN yang ditujukan kepada para pasien.
Program ini telah dilaksanakan di RSI Muhammadiyah Pekajangan, Pekalongan. Ketiga, JKN Ready Goes to School, Program edukasi yang dilaksanakan di sekolah-sekolah, seperti acara yang sedang berlangsung saat rekaman dibuat.
Keempat, JKN Ready Goes to Society, Sebuah rencana kegiatan untuk mengedukasi masyarakat yang akan berkolaborasi dengan mobil BPJS Keliling, dengan target lokasi di Kecamatan Wonopringgo.
Kelima, Tanya Duta Muda, Sebuah konten yang akan dibuat untuk memberikan informasi seputar BPJS Kesehatan, JKN, dan aplikasi Mobile JKN.
Keenam, Duta Muda on Air, Program siaran langsung (live) melalui media sosial Instagram dan TikTok untuk berbagi informasi dan berdiskusi dengan audiens.
Terakhir, PBB (Putar Baca dan Bagikan). Kegiatan berbagi video-video pengetahuan tentang BPJS Kesehatan melalui story Instagram dan TikTok yang dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat.
Perjalanan Nadi sebagai duta dimulai saat ia terpilih mewakili Kantor Cabang Pekalongan, kemudian berlanjut ke tingkat Kedeputian Wilayah 6 yang mencakup Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, hingga akhirnya mendapat amanah untuk melaju ke tingkat nasional.
Melalui program JKN Ready, ia berharap para remaja tidak lagi hanya bergantung pada orang tua untuk urusan kesehatan dan mulai memanfaatkan kemudahan layanan digital yang telah disediakan.
Kepala SMA Negeri 2 Batang, Sugeng, menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPJS Kesehatan atas penyelenggaraan edukasi mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam sambutannya, Sugeng menekankan pentingnya pengetahuan tersebut bagi para siswa, terutama mengenai inovasi digital seperti aplikasi Mobile JKN.
"Terima kasih BPJS sudah berkenan hadir di kami, memberikan bekal kepada anak-anak, khususnya tentang JKN Ready," ujar Sugeng.
Ia menambahkan bahwa banyak siswa yang mungkin belum familiar dengan layanan digital BPJS Kesehatan.
"Mungkin sebagian dari kita belum tahu, khususnya dari BPJS-nya, apalagi yang JKN Mobile. Nah, ini mudah-mudahan anak-anak ini nanti bisa dimanfaatkan betul," lanjutnya.
Selain mengapresiasi program edukasi, Sugeng juga secara khusus memberikan dukungan penuh kepada salah satu siswinya, Nadi Pertiwi, yang akan berkompetisi di tingkat nasional.
Ia berharap Nadi dapat mengharumkan nama sekolah dan melanjutkan tradisi prestasi yang telah ada.
"Mohon doa harapan dan sekali lagi kita support untuk anak kita, Nadi Pertiwi untuk bisa berprestasi di tingkat nasional nanti," pungkasnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, memberikan motivasi kepada para pelajar untuk berani bermimpi setinggi mungkin dan tidak khawatir akan risiko sakit karena adanya perlindungan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal ini disampaikannya dalam acara yang berkaitan dengan Duta Muda BPJS Kesehatan. Sri Mugirahayu, yang akrab disapa Cici, mendorong para siswa untuk memiliki cita-cita besar, salah satunya menjadi orang kaya yang rajin bersedekah.
Menurutnya, mimpi adalah sumber pengharapan yang harus dimiliki setiap anak muda.
"Apapun mimpi adik-adik semua, tidak ada yang tidak mungkin. Gantungkan mimpi setinggi mungkin, karena dari mimpi itu kita punya pengharapan," ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan yang dimiliki para siswa. Sehingga saat sakit tidak perlu lagi memikirkan lagi tentang biaya. Karena sudah dicover BPJS Kesehatan.
Cici pun memberikan dukungan penuh kepada Nadi yang akan berlaga di kompetisi tingkat nasional mewakili daerahnya.
"Terima kasih Mbak Nadi atas kerja kerasnya. Dengan support dan doa dari kita semua, mudah-mudahan sukses di lomba tingkat nasional dan membawa nama harum," tutupnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla