METROPEKALONGAN.COM, Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Untuk pertama kalinya, perusahaan berhasil meraih Penghargaan Subroto 2025 dalam kategori Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Sektor ESDM.
Penghargaan tertinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diterima langsung dalam Malam Penghargaan Subroto 2025 di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat lalu 24 Oktober 2025.
Capaian ini menjadi pengakuan atas komitmen PLTU Batang dalam mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing di sektor ketenagalistrikan.
Penghargaan Subroto sendiri merupakan ajang paling bergengsi di sektor energi yang digelar sejak 2017. Acara ini menjadi puncak Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menegaskan, pembangunan sektor energi kini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan transisi energi bersih.
"Pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi menuju Net Zero Emission," ujar Bahlil.
Komitmen PLTU Batang dalam pengembangan SDM bukan isapan jempol. Perusahaan bahkan dinominasikan langsung oleh PPSDM KEBTKE, lembaga sertifikasi kompetensi ESDM.
PLTU Batang dinilai sebagai perusahaan paling patuh dalam pemenuhan kompetensi tenaga teknis dan menjadi yang terbaik dalam melakukan sertifikasi penuh bagi seluruh tenaga teknis internalnya.
Chief Operating Officer Bhimasena Power, Naofumi Yasuda, mengungkapkan rasa syukurnya.
Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh Ksatria Bhimasena untuk mewujudkan visi perusahaan sebagai Independent Power Producer (IPP) paling andal di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan sektor energi Indonesia,” ungkap Naofumi Yasuda.
Selain fokus pada pengembangan internal, PLTU Batang juga aktif menghadirkan program CSR berbasis peningkatan kapasitas untuk masyarakat sekitar.
Mulai dari pelatihan, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga program pendidikan yang dirancang untuk membuka lebih banyak peluang bagi warga di sekitar wilayah operasional. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla