Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ratusan Orang Ikuti Napak Tilas Perjuangan Divisi Siliwangi saat Tumpas DI TII di Batang

Riyan Fadli • Senin, 10 November 2025 | 22:20 WIB
PERJUANGAN: Suasana napak tilas perjuangan yang diikuti ratusan orang di Kecamatan Bandar.
PERJUANGAN: Suasana napak tilas perjuangan yang diikuti ratusan orang di Kecamatan Bandar.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ratusan warga dari berbagai kalangan mengikuti Napak Tilas VIII perjuangan Divisi Siliwangi saat menumpas DI TII yang digelar Racika Palm Batang bersama Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Batang dalam peringatan hari pahlawan.

Peserta napak tilas terdiri atas veteran, pelajar, dan masyarakat umum ini mengambil rute start dari Dukuh Wonoprio, Desa Gerlang, dan finish di Kantor Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Napak Tilas VIII kali ini mengusung tema perjuangan Devisi Siliwangi dan penumpasan DI TII di Kabupaten Batang.

Panitia Napak Tilas VIII, Rohman Yusuf, mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengenang kembali sejarah perjuangan tersebut di Bumi Alas Roban.

Ia juga menyisipkan harapan agar perjuangan para pahlawan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Semoga lewat napak tilas ini Bupati Batang beserta jajarannya tergerak untuk membangun kembali monumen yang dulu pernah ada di Dukuh Sikesut,” katanya, Minggu 9 November 2025.

Rohman menjelaskan, kegiatan napak tilas juga diisi dengan berbagai acara positif, termasuk penanaman pohon hingga diskusi wawasan kebangsaan. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk menandatangani petisi.

"Petisi ini terkait dukungan pembangunan kembali monumen sejarah perjuangan Devisi Siliwangi dan penumpasan DI TII di Dukuh Sikesut," jelasnya.

Ia berharap, Napak Tilas VIII ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan bangsa serta memotivasi mereka untuk menjadi pahlawan bagi bangsa dan negara.

Agenda tahunan ini diminati berbagai generasi. Peserta tertua, Melok, 83, bahkan sengaja datang dari Surabaya untuk ikut berpartisipasi.

Ia mengaku sangat menikmati jalannya napak tilas di Batang karena setiap rute perjalanan mengandung nilai sejarah perjuangan.

“Rutenya bervariasi, warga sekitar juga sangat antusias mendukung kegiatan ini, jadi sangat menyenangkan,” ujar Melok.

Sementara itu, peserta termuda, Sifa, seorang siswi SMK PGRI Batang, mengutarakan bahwa kegiatan ini menambah wawasannya.

“Dengan mengikuti napak tilas, saya jadi menambah pengetahuan sejarah perjuangan di Kabupaten Batang. Tidak cuma belajar sejarah, tapi sekaligus tambah teman dari berbagai kota,” tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pahlawan #napak tilas #batang