Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

RS Mitra Plumbon Bertipe B Dibangun di Batang, Komisi IV DPRD Batang Ingatkan Jangan Ambil Dokter yang Ada!

Riyan Fadli • Rabu, 12 November 2025 - 04:36 WIB
PENINJAUAN: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Batang saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan RS Mitra Plumbon.
PENINJAUAN: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Batang saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan RS Mitra Plumbon.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabupaten Batang bakal memiliki Rumah Sakit (RS) bertipe B, yakni RS Mitra Plumbon Cabang Batang. Rumah sakit baru setinggi enam lantai ini dibangun di Jalan Pantura Jenderal Sudirman Batang.

Harapannya bisa menambah 500 tempat tidur dan meningkatkan rasio ketersediaan kamar rawat inap di Kabupaten Batang.

Ketua Komisi IV DPRD Batang Tofani Dwi Arienyanto menjelaskan, RS Mitra Plumbon yang direncanakan bertipe B, bisa menjadi rujukan utama. Mengingat saat ini rumah sakit yang ada di Batang (dua RSUD dan satu swasta) masih bertipe C.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, tambahan 500 tempat tidur sangat signifikan untuk menutupi kekurangan yang ada.

"Di Kabupaten Batang ini ada kurang lebih 800 bed. Masih ada kekurangan lumayan banyak. Kalau ada Plumbon minimal bisa menutup rasio kebutuhan bed yang ada," jelasnya, Selasa 11 November 2025.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kabupaten Batang melakukan kunjungan kerja terkait rencana pembangunan RS Mitra Plumbon Cabang Batang, Senin 10 November 2025.

Tofani pun memberikan catatan tegas terkait rekrutmen tenaga medis. Pihaknya meminta RS Mitra Plumbon ini bisa mandiri membawa tim dokter sendiri, tanpa 'membajak' dokter yang sudah ada di Batang.

"Kami tegaskan agar rekrutmen dokter bisa mandiri. Kalau mengambil dokter yang sudah ada, yang sudah praktik, nanti perputarannya dokternya juga rasio kekurangan dokter belum terpenuhi," tegasnya.

Dalam paparan yang diterima dewan, RS Mitra Plumbon direncanakan menjadi unit pertama milik pengelola yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Proses perizinan saat ini masih bergulir di tingkat provinsi. Pihak pengelola memproyeksikan pembangunan akan memakan waktu sekitar 12–13 bulan.

Mereka juga berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Rencananya, calon perawat akan diberi pelatihan khusus selama 3–4 bulan di Cirebon.

Pihak legislatif mengapresiasi pemilihan lokasi di Kabupaten Batang. Namun, Komisi IV menekankan agar orientasi layanan BPJS dipastikan benar-benar berpihak pada masyarakat.

Dewan juga meminta pihak rumah sakit menjaga komunikasi intensif selama proses pengembangan. "Kami menyambut gembira adanya Rumah Sakit Mitra Plumbon ini," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, dewan juga menyoroti aspek lingkungan, khususnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan penggunaan air bawah tanah.

Pihak rumah sakit menjelaskan, IPAL telah direncanakan bekerja sama dengan PDAM setempat dan akan menjalankan sistem flushing untuk limbah cair.

Laporan limbah akan disampaikan kepada dinas lingkungan setiap enam bulan. Tofani berharap, kehadiran RS swasta baru ini dapat menjadi pemantik bagi RS lain di Batang untuk bersaing memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

"Saya juga berharap nanti di kawasan industri ada rumah sakit lagi untuk bisa menopang Batang Timur," tambahnya. (yan/wan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#dprd #RS Mitra Plumbon #rs tipe b #batang