Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bakteri E Coli pada Tiga Makanan Jadi Penyebab Keracunan Masal MBG di SMKN 1 Kandeman

Riyan Fadli • Rabu, 12 November 2025 | 19:12 WIB
KERACUNAN: Para korban keracunan MBG saat mendapatkan perawatan di sekolah beberapa waktu lalu.
KERACUNAN: Para korban keracunan MBG saat mendapatkan perawatan di sekolah beberapa waktu lalu.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Teka-teki penyebab insiden keracunan masal yang menimpa ratusan siswa SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, akhirnya terungkap.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang secara resmi mengonfirmasi bahwa bakteri Escherichia coli atau E. coli menjadi penyebab utama kasus tersebut.

Kepastian ini didapat setelah hasil uji laboratorium dari Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Semarang diterima oleh Dinkes Batang pada Sabtu 8 November 2025.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi, membeberkan fakta tersebut saat ditemui di kantornya, Rabu 12 November 2025.

Berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi, bakteri jahat tersebut bersarang di sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

"Dari hasil laboratorium kemarin ditemukan adanya cemaran mikrobiologi yang didapatkan di air, kemudian di nasi, dan juga di ayam dari sampel yang diperiksa," tegas dr. Ida.

Dr. Ida menjelaskan, bakteri E. coli sejatinya umum terdapat di usus besar manusia. Namun, keberadaannya menjadi berbahaya jika jumlah yang masuk ke tubuh berlebihan dan kondisi imunitas sedang lemah.

"Tapi ketika daya tahan tubuh kita itu pas turun, dan kebetulan jumlah mikrobanya juga banyak, maka bisa muncul gejala," terangnya. 

Hal inilah yang menyebabkan para siswa mengalami gejala khas seperti sakit perut, mual, hingga muntah.

Yang mengejutkan, sampel air yang digunakan juga terdeteksi positif mengandung E. coli. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada sanitasi air yang digunakan untuk pengolahan makanan yang dinilai tidak higienis. 

Merespons temuan fatal ini, Dinkes Batang langsung memperketat pengawasan. Dr. Ida mewanti-wanti seluruh Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) atau penyedia katering sekolah untuk patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) higiene dan sanitasi.

Salah satu syarat mutlak yang kini ditekankan adalah kepemilikan Sertifikat Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikat itu tidak dimiliki SPPG Tragung yang menyebabkan keracunan massal di SMKN 1 Kandeman.

"Harapan kami semua SPPG bisa memenuhi semua persyaratan itu dan mematuhinya, dan juga mengadakan evaluasi secara berkala," ujarnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kandeman #keracunan #bakteri #EColi #batang #Mbg