Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jalan Menuju Wisata Religi Wonobodro Tak Mampu Menampung Ramainya Pengunjung

Riyan Fadli • Sabtu, 15 November 2025 | 03:14 WIB
DIALOG: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat berdialog dengan warga di Desa Cokro, Kecamatan Blado.
DIALOG: Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat berdialog dengan warga di Desa Cokro, Kecamatan Blado.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, menyampaikan keluhan terkait infrastruktur menjelang pelaksanaan Haul Akbar tahunan Syekh Maulana Maghribi.

Akses menuju lokasi acara wisata religi ini dinilai sulit karena kondisi jalan yang sempit dan lahan parkir yang tidak memadai.

Perwakilan warga Wonobodro, Ahmad Rohim menyampaikan aspirasi tersebut dalam Sambang Desa Cokro, Kecamatan Blado.

Ia menyebutkan pelebaran jalan harus menjadi prioritas utama yang membutuhkan perhatian serius.

Dari total 2,5 kilometer jalan yang membutuhkan pelebaran di wilayah tersebut, saat ini masih tersisa sekitar 1.500 meter yang belum tersentuh pelebaran.

"Jalan sempit ini sangat menyulitkan, apalagi saat haul. Kami sudah sering mengajukan, tapi belum terealisasi," ujar Rohim, Jumat 14 November 2025.

Selain itu, fasilitas lapangan parkir yang berada di atas aset milik Pemerintah Daerah, yakni Eks Bengkok Guru juga menjadi kendala.

Meskipun aset tersebut memiliki luas total 3,6 hektare, namun hingga kini hanya 1 hektare yang dimanfaatkan secara optimal.

Akibatnya, saat kegiatan besar seperti Haul Akbar yang kerap dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah, lahan parkir tidak mampu menampung kendaraan.

"Kalau mobil masuk waktu haul, tidak bisa dipakai. Akhirnya mobil semuanya parkir di jalan. Ini membuat akses masuk keluarnya sopir dan pejabat di Wonobodro sangat sulit sekali," keluh Rohim.

Warga Wonobodro berharap, meskipun realisasi pelebaran jalan dan perluasan Lapangan Parkir sudah tidak mungkin dilakukan tahun ini, karena sudah mendekati akhir tahun.

Aspirasi ini dapat segera dipertimbangkan dan terealisasi sebelum gelaran haul di tahun depan.

Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki jalan tersebut.

Namun demikian, perbaikan jalan di berbagai daerah dilakukan secara bertahap. Tidak bisa dilakukan secara berbarengan.

"Saya mengakui, masih banyak masukan infrastruktur jalan. Pak, dalane rusak, dalane ini, pelan-pelan kita perbaiki," ucapnya.

Ia menyebutkan, jalan dari Wonotunggal ke Bandar, yang kemudian menuju ke Blado sudah diperbaiki. Walaupun belum seluruhnya. Pengaspalan ulang sudah dilakukan dengan baik.

"Di beberapa titik sudah kita bangunkan. Banyuputih, Limpung, beberapa desa sudah kita bangun baru cor, dan insyaallah nanti kita berharap Blado juga segera kebagian," imbuhnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar. Karena kebutuhan anggaran untuk jalan terbilang besar. Jika dicukupi, bisa mencapai ratusan hingga satu triliun rupiah.

"Bandar Gerlang tahun depan insyaallah kita tambah Rp 6 Miliar. Sehingga insyaallah akan menjelang tuntas. Jadi, orang kalau mau ke Dieng sudah insyaallah akan pilih lewat Batang," ucapnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wonobodro #batang #Blado