Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Disnaker Batang Ungkap Penyebab Lowongan Kerja Lebih Banyak untuk Perempuan, Kebutuhan 90 Banding 10

Riyan Fadli • Senin, 17 November 2025 | 04:45 WIB
PEKERJA: Para pekerja wanita saat menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan produksi sepatu.
PEKERJA: Para pekerja wanita saat menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan produksi sepatu.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Porsi tenaga kerja untuk perempuan jauh lebih dibutuhkan ketimbang laki-laki.

Hal ini karena sektor industri yang paling banyak membuka lowongan kerja di Batang, Adalah garmen dan konveksi.

Kendati begitu, kondisi tersebut menjadikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batang berupaya keras mengadvokasi perusahaan agar tetap menyediakan kuota bagi pekerja laki-laki.

"Yang banyak membutuhkan tenaga kerja dalam skala banyak saat ini, terkait dengan konveksi dan garment. Itu keterampilan dasarnya menjahit. Sedangkan menjahit itu pilihannya adalah perempuan," kata Kepala Disnaker Batang, Rakhmat Nurul Fadilah.

Menurut Rakhmat, perusahaan cenderung memilih perempuan karena dianggap paling teliti dan rapi untuk pekerjaan menjahit.

Perbandingan kebutuhan tenaga kerja saat ini, mencapai 90 persen perempuan berbanding 10 persen laki-laki.

Padahal, mapping atau pemetaan kebutuhan awal yang dilakukan Disnaker adalah 80 persen perempuan dan 20 persen laki-laki.

Disnaker Batang tidak tinggal diam. Rakhmat menegaskan, pihaknya terus melakukan advokasi ke perusahaan agar selalu menyertakan porsi atau kuota untuk laki-laki dalam setiap kerja sama yang dilakukan.

Selain itu, Disnaker juga fokus pada pelatihan kerja teknis yang lebih sesuai untuk laki-laki, meskipun jumlah kebutuhannya tidak sebanyak di sektor garmen.

Pelatihan yang diselenggarakan menyesuaikan kebutuhan perusahaan seperti mengelas, baja ringan, dan kelistrikan dan lain-lain.

"Kebutuhan itu jumlahnya lebih kecil daripada yang operator jahit," ucapnya.

Ia mengakui, hukum pasar antara permintaan dan penawaran di sektor teknis memang tidak seimbang.

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Disnaker adalah keengganan sebagian besar pekerja laki-laki untuk menerima tawaran kerja di luar wilayah Batang.

"Kami ada tawaran di Semarang, laki-laki boleh. Kita tawarkan ke mereka. Ndak mau. Mintanya di Batang."

Ia pun berharap para pencari kerja laki-laki dapat bersikap fleksibel dan mau mengambil peluang yang tersedia. Meskipun lokasi kerjanya berada di luar daerah, demi mendapatkan pekerjaan. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#pekerjaan #lowongan #pekerja #wanita #tenaga kerja