METROPEKALONGAN.COM, Batang – Siapa sangka limbah dapur yang biasanya dibuang justru bisa mendatangkan rupiah. Inovasi pengelolaan minyak jelantah yang digagas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang sukses menjadi sorotan nasional.
Program ini tampil memukau dalam puncak perhelatan Indonesia Corporate Sustainability (ICS) Award 2025 yang digelar Olahkarsa bersama Association of Carbon Emission (ACEXI) di Ballroom KEK Industropolis Batang belum lama ini.
Inisiatif berbasis komunitas ini dinilai berhasil menyulap limbah rumah tangga menjadi sumber ekonomi sirkular yang nyata. Ketua PKK Batang, Faelasufa Faiz, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keresahan akan dampak buruk jelantah jika tidak dikelola dengan benar.
Melibatkan 141 desa, program ini sukses mengumpulkan 3.922 liter minyak jelantah hanya dalam kurun waktu Juni hingga November.
"Jumlah tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp27 juta dan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat," terang Faelasufa.
Program ini diklaim berhasil mencegah pelepasan sekitar 8 ton emisi CO₂e ke atmosfer. Minyak yang terkumpul tidak lagi mencemari selokan, melainkan diolah menjadi energi rendah karbon (energi bersih).
Berkat capaian tersebut, inovasi PKK Batang ini dipilih tampil di ICS Award 2025 sebagai contoh konkret praktik ekonomi sirkular berbasis komunitas yang efektif.
"PKK juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga desa, yang dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak," pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla