Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Nasib 14 Nelayan KM Rizky Mina 3 Masih Misteri, Pencarian Informal Jalan Terus

Riyan Fadli • Kamis, 4 Desember 2025 | 02:18 WIB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan
Bupati Batang M Faiz Kurniawan

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Hingga Rabu 3 Desember 2025, nasib 14 awak kapal KM Rizky Mina 3 masih belum jelas. Kapal penangkap ikan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Selasa 11 November 2025 lalu di Laut Jawa.

Tragedi hilangnya belasan nelayan asal Batang ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.

Meski batas waktu pencarian formal telah habis, upaya untuk menemukan para korban terus dilakukan melalui jalur lain.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam. Ia mengakui adanya keterbatasan prosedur dalam operasi pencarian, namun koordinasi lintas sektor terus dilakukan.

“Jadi kita sudah berkoordinasi sama dengan Basarnas, kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tapi memang secara formil, SOP kan memang sudah dihentikan karena memang SOP-nya itu 7 hari proses pencarian,” ujar Bupati Faiz.

Kendati SOP formal berakhir, Bupati memastikan ikhtiar pencarian tidak putus. Pemkab Batang berencana mengundang keluarga korban untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan materiil.

“Kita kemarin sudah nyari dengan Basarnas, dengan Polair, dan lain sebagainya. Sampai sekarang memang belum ketemu, tetapi secara informal pencarian itu tetap berjalan. Oleh sebab itu nanti jam 3 saya mau undang ke kantor keluarganya, kita doakan bersama sekaligus kita juga untuk membantu kebutuhannya sementara sambil sambil tulang punggung keluarganya itu semoga segera bisa ketemu,” jelasnya.

Berdasarkan data lapangan, kapal tersebut dipastikan berangkat dari Batang dengan mayoritas awak kapal merupakan warga lokal. Hal ini mengindikasikan bahwa KM Rizky Mina 3 diawak oleh para nelayan tradisional.

“Mereka berangkat dari Batang, pakai perahu dari Batang, dan mereka kebetulan ABK-nya dari Batang. Ya, artinya memang benar-benar nelayan sepertinya nelayan tradisional,” ungkap seorang pejabat di lapangan.

Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo. Kekhawatiran keluarga dan rekan sesama nelayan kian memuncak lantaran nihilnya sinyal darurat atau informasi keberadaan kapal.

“Belum ada kabarnya hingga hari ini,” kata Teguh dengan nada berat.

Diketahui, KM Rizky Mina 3 (Nomor Lambung 1531/FP) bertolak dari Pelabuhan Batang pada pukul 05.00 WIB menuju fishing ground di utara Laut Jawa.

Komunikasi terakhir terjadi antara Nahkoda KM Rizky Mina 3, Rochidin, dengan Nahkoda KM Putra Mandiri, Imam Budi Santoso. 

“Dari laporan Pak Imam ini, kontak terakhir terjadi pada Selasa 11 November 2025, sekitar pukul 17.30 WIB,” jelas Teguh.

Hanya berselang satu jam setelah percakapan radio tersebut, KM Putra Mandiri mencoba mengontak kembali, namun hasilnya nihil. Kapal sudah senyap. Posisi terakhir diperkirakan berada sekitar 53 mil laut di utara perairan Kabupaten Pemalang.

Saat ini, HNSI Batang bersama Satpolairud dan Pos AL Sigandu terus memantau perkembangan. Harapan akan mukjizat keselamatan para ABK masih terus dipanjatkan.

“Kami berharap seluruh ABK dalam kondisi selamat dan segera ditemukan,” pungkas Teguh Tarmujo.

Sementara daftar 14 Awak KM Rizky Mina 3 yang hilang adalah Rochidin (Nahkoda), Iskandar Zulkarnaen, Ahmad Suko Utomo, Casrozi, Didik Hari Susaeni, Fattachul Alim, M Adi Setiyono, Mochamamad Alimin, Muhamad Mustachin, Setiawan, Wachdi, Wahaji, Wahib Leksono, Yus Tasqol Qhomam. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#nelayan #kapal hilang #batang