Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Siaga Nataru dan Bencana, KSR PMI Batang Digembleng Pertolongan Pertama

Riyan Fadli • Senin, 15 Desember 2025 | 22:15 WIB
EDUKASI: Sejumlah anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Batang saat mengikuti praktik Diklat Pertolongan Pertama di Aula PMI Batang.
EDUKASI: Sejumlah anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Batang saat mengikuti praktik Diklat Pertolongan Pertama di Aula PMI Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang bergerak cepat meningkatkan kapasitas relawannya.

Sebanyak 17 anggota Korps Sukarelawan (KSR) digembleng dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pertolongan Pertama secara intensif guna memantapkan kemampuan penanganan di lapangan.

Diklat ini dirancang khusus agar para relawan memahami secara detail langkah-langkah teknis penyelamatan korban, baik dalam situasi kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam.

Wakil Ketua Bidang SDM dan Relawan PMI Batang, Sri Mulyatno, menjelaskan, pelatihan diberikan selama beberapa hari dengan materi padat, termasuk metode evakuasi vital.

“Diklat digelar selama empat hari, dan ini hari terakhir, peserta diberikan kesempatan mengisi post test, untuk mengetahui seberapa mendalam dalam memahami materi dan praktik yang diberikan,” katanya.

Menurut Sri, kegiatan ini merupakan langkah strategis PMI dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk menyambut momentum Nataru serta kesiapsiagaan bencana. Antusiasme anggota pun terbilang tinggi.

“Kami menargetkan 15 peserta, namun ternyata peminatnya hingga 17 orang dan semua dari Markas Unit PMI,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyatno memastikan kualitas peserta yang mengikuti diklat ini tidak sembarangan.

Ke-17 peserta tersebut sebelumnya telah lolos sebagai anggota KSR dengan pola pelatihan dasar 70 jam.

"Saat ini menerapkan pola 30 jam, karena mereka spesialisasi pertolongan pertama," tambahnya.

Sementara itu, Komandan KSR PMI Batang, Ikhsan, mengakui selama empat hari para anggota telah dibekali materi komprehensif dan praktik langsung.

Materi tersebut meliputi pertolongan dasar, pemahaman anatomi tubuh, penanganan cedera otot rangka, hingga teknik evakuasi.

Ikhsan menyebutkan tantangan terbesar yang dipelajari selama pelatihan, khususnya pada skenario kecelakaan lalu lintas.

“Yang paling sulit itu ketika kami harus mengevakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan, tapi dengan pelatihan ini kami jadi lebih siap melakukan penanganan intensif,” jelasnya.

Pasca mengikuti diklat, para personel KSR kini memiliki pemahaman yang lebih matang mengenai langkah cepat dan tepat saat insiden terjadi.

Kesiapan ini menjadi modal utama relawan dalam tugas kemanusiaan mendatang.

“Sebentar lagi kan mau perayaan Nataru, kami sudah lebih siap untuk diterjunkan ke lapangan,” ujar dia. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#relawan #pmi #nataru #batang