Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Pesaren Wadul Jalan Rusak dan Banjir, Bupati Batang Siapkan Rp 150 Juta

Riyan Fadli • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:35 WIB
ASPIRASI: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat mendengarkan aspirasi warga dalam kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem.
ASPIRASI: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat mendengarkan aspirasi warga dalam kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat di tingkat desa.

Hal ini terungkap saat Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menggelar kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Selasa 16 Desember 2025.

Dalam dialog tersebut, warga secara langsung menyampaikan kondisi jalan yang rusak parah serta buruknya sistem drainase yang memicu banjir saat hujan turun.

Salah satu sesepuh Dukuh Sudantono, Sri Widodo, 77, menumpahkan keluh kesahnya langsung kepada Bupati Faiz.

Ia menyebutkan, air hujan kerap menggenang di tengah jalan hingga masuk ke rumah warga akibat tidak adanya saluran pembuangan yang memadai.

“Kalau hujan itu banjir, Pak. Airnya bukan di pinggir, tapi di tengah jalan. Jalannya bolong-bolong dari pesarean sampai Dukuh Sudantono,” tutur Sri Widodo.

Ia juga menyoroti keberadaan gapura yang memperparah aliran air karena tidak dilengkapi saluran.

“Kami mohon kalau bisa dibuatkan got di pinggir jalan, dialirkan ke selatan sampai sungai, supaya aliran air lancar,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tidak menampik fakta kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

Solusi jangka pendek, Pemkab Batang menyiapkan anggaran perbaikan sementara sembari memproses perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten.

“Jalannya memang bolong-bolong. Sementara sambil proses, nanti dialihkan menjadi jalan kabupaten. Tahun depan saya bantu dulu Rp150 juta untuk menutup yang bolong-bolong,” jelas Faiz.

Terkait drainase, Bupati Faiz menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk segera melakukan pencatatan dan perencanaan teknis. "Nanti yang bikin drainase dan lain sebagainya, biar dari Bapperida yang mencatat," tegasnya.

 

Efisiensi Anggaran untuk Infrastruktur

Di hadapan warga, Faiz juga memaparkan kinerja anggaran Pemkab Batang. Meski tahun depan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami pemotongan hingga Rp240 miliar, ia menjamin pos anggaran infrastruktur tidak akan terganggu.

Strategi yang diambil adalah efisiensi belanja operasional pegawai. Dana yang biasanya digunakan untuk konsumsi rapat dan alat tulis kantor (ATK) dialihkan untuk pembangunan fisik.

“Tidak satu rupiah pun kita potong untuk infrastruktur, bahkan kita tambah. Yang kita efisiensikan adalah belanja ATK, snack, dan konsumsi rapat,” tegas Bupati.

Langkah penghematan ini diproyeksikan mampu menyelamatkan anggaran lebih dari Rp30 miliar. Dana tersebut akan dimaksimalkan untuk sektor prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Faiz menambahkan, kinerja pengelolaan anggaran Batang saat ini dinilai sangat baik.

Realisasi belanja daerah mencapai 82,31 persen dengan pendapatan melampaui target di atas 100 persen.

“Batang ini termasuk 20 kabupaten terbaik se-Indonesia dan nomor dua se-Jawa Tengah dalam kinerja budgeting,” ungkapnya.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Batang juga aktif melobi pemerintah pusat. Hasilnya, tahun ini Batang mendapat kucuran dana segar untuk perbaikan jalan di jalur vital.

“Tahun ini, Kabupaten Batang memperoleh bantuan pembangunan jalan sebesar Rp18 miliar di wilayah Banyuputih Kedawung serta Rp7 miliar untuk ruas jalan Banyuputih–Limpung,” terangnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#rusak #banjir #jalan #batang #infrastruktur