METROPEKALONGAN.COM, Batang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Batang mengambil langkah agresif dengan memulai lelang dini (early tender) untuk sejumlah proyek fisik strategis tahun anggaran 2026. Langkah curi start ini dilakukan demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah sejak awal tahun.
Kepala DPU PR Kabupaten Batang, Endro Suryono, menjelaskan, percepatan ini bertujuan agar manfaat infrastruktur bisa segera dirasakan masyarakat tanpa harus menunggu akhir tahun.
Salah satu proyek prioritas yang tengah diproses adalah pembangunan Jembatan Kali Belo.
"Lelang dini yang sudah masuk saat ini, di UKPBJ [Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa] dan review di Inspektorat. Salah satunya adalah Jembatan Kali Belo dengan anggaran Rp 9 miliar," kata Endro Suryono.
Saat ini, dokumen lelang masih dalam tahap tinjauan di Inspektorat. Pihaknya optimistis proses administrasi rampung bulan ini sehingga pengerjaan fisik bisa dimulai awal 2026.
"Harapan kami, Desember sudah lelang. Semoga kalau schedule bagus, pertengahan Januari sudah bisa konstruksi untuk Jembatan Pilo," tambahnya.
Selain jembatan, DPU PR juga mempercepat lelang perbaikan fasilitas olahraga berupa jogging track dengan nilai pagu Rp3,9 miliar, serta sejumlah paket pekerjaan jalan dan irigasi yang perencanaannya telah tuntas.
"Semua bidang yang sudah ada perencanaannya di Dinas PUPR. akan kami lakukan lelang dini. Targetnya di bulan Desember 2025 dan Januari 2026 sudah kontrak semua," tegas Endro.
Endro membeberkan, strategi lelang dini memiliki efek domino yang krusial. Dengan dimulainya pekerjaan pada Januari, arus kas di sektor konstruksi akan berputar cepat.
Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi momen Ramadan 2026 (Februari) dan Lebaran 2026 (Maret) agar daya beli masyarakat terjaga.
"Harapan kami, pekerja-pekerja di sektor konstruksi itu adalah teman-teman Batang semua," harapnya.
Selain sisi ekonomi, percepatan ini meminimalisasi keterlambatan proyek. Jika pembangunan dilaksanakan di awal tahun, masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari infrastruktur yang dibangun, seperti jalan, jembatan, atau gedung, tanpa harus menunggu hingga akhir tahun anggaran.
Endro juga menekankan adanya perubahan spesifikasi material untuk menjamin mutu infrastruktur.
"Semua konstruksi, bismillah, di DPU PR nanti menggunakan pasir Muntilan, yang itu akan berubah total. Jadi baik pasangan, plesteran, dan lain-lain, karena kajian secara ekonomis dan hasil akan menjadi lebih bagus," jelasnya.
Ia memastikan, meski proses dipercepat, kualitas dan regulasi tetap menjadi panglima.
"Langkah ini merupakan inovasi baru yang diharapkan akan terus diterapkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Batang," pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla