Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pusatkan di Batang, PBNU Resmikan 69 SPPG, Gus Yahya Targetkan 1.000 Titik di 2026

Riyan Fadli • Rabu, 31 Desember 2025 | 04:06 WIB
MAKAN BERGIZI: Peresmian puluhan SPPG di Kompleks SMK Ma’arif NU 01, Pondok Pesantren Al Hasani.
MAKAN BERGIZI: Peresmian puluhan SPPG di Kompleks SMK Ma’arif NU 01, Pondok Pesantren Al Hasani.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tancap gas dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), PBNU resmi meluncurkan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA).

Peresmian yang menjadi bagian dari percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dipusatkan di Kompleks SMK Ma’arif NU 01, Pondok Pesantren Al Hasani Sikebo, Kecamatan Limpung, Senin 29 Desember 2025.

Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Kepala BGN Dadan Hidayana, Ketua PBNU Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, serta jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah dan PCNU Kabupaten Batang. Hadir pula Wakil Bupati Batang, Suyono.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peluncuran puluhan SPPG ini adalah wujud konkret konsolidasi antara PBNU dan BGN. Hal ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden terkait penguatan gizi masyarakat sejak dini.

“Alhamdulillah, sesuai kesepakatan dengan BGN dan juga atas arahan Presiden, kami berhasil menjalankan konsolidasi dan akselerasi program makan bergizi gratis di lingkungan NU dengan baik,” ujar Gus Yahya.

Kerja sama PBNU dan BGN dinilai semakin solid. Indikatornya terlihat dari grafik peningkatan jumlah SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun yang dalam tahap persiapan. Gus Yahya bahkan memasang target tinggi untuk tahun depan.

“Secara keseluruhan, hampir 1.000 titik sudah masuk tahap perencanaan dan pelaksanaan. Insyaallah ke depan prosesnya akan semakin cepat,” tegasnya.

Ia menargetkan pendirian 1.000 titik SPPG di lingkungan NU dapat rampung pada 2026. Data terkini mencatat sekitar 300 SPPG telah berjalan, di mana 141 di antaranya sudah diresmikan.

Terkait pemilihan Kabupaten Batang sebagai lokasi peluncuran, Gus Yahya memiliki alasan geografis tersendiri.

“Dari 69 titik yang hari ini diresmikan, posisi tengahnya memang berada di Batang. Itu sebabnya kegiatan dipusatkan di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hidayana mengapresiasi langkah cepat PBNU. Menurutnya, basis masa NU yang besar, khususnya di lingkungan pesantren, sangat strategis untuk kesuksesan program gizi nasional. Ia mencatat ada sekitar 30 ribu pesantren di Indonesia.

“Santri yang terdata sekitar lima juta orang, tetapi kemungkinan jumlahnya lebih besar. Mereka adalah generasi masa depan yang sangat penting untuk kita dukung pertumbuhan dan kesehatannya,” ungkap Dadan.

Dadan menekankan bahwa MBG bukan sekadar urusan perut, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin bangsa yang berkualitas.

“Harapannya, 20 tahun ke depan mereka inilah yang akan menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, pemenuhan gizi sejak dini menjadi sangat krusial,” tambahnya.

Di Kabupaten Batang sendiri telah ditetapkan enam lokasi SPPG atau Dapur Gizi NU. Yaitu Dapur Al Huda (Karangasem Selatan, Batang), Dapur Al Inaroh (Wonotunggal), Dapur Al Hasani (Limpung), Dapur Asasul Huda 4 (Bawang), Dapur Rafirna (Tersono), Dapur Al Munawwir (Gringsing). (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#BGN #pbnu #SPPG #batang #Mbg