Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bulan Dana PMI Batang Terkumpul Rp 1,7 Miliar, Bupati Faiz Sentil BPN

Riyan Fadli • Rabu, 7 Januari 2026 | 00:07 WIB
SERAH TERIMA: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menerima hasil bulan dana PMI dari Ketua DPRD Batang Suudi yang menjadi ketua pengumpulan.
SERAH TERIMA: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menerima hasil bulan dana PMI dari Ketua DPRD Batang Suudi yang menjadi ketua pengumpulan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang resmi menutup rangkaian Bulan Dana PMI tahun 2025.

Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1.703.081.754 atau setara 96 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.776.345.000.

Meskipun capaian tersebut cukup besar, angka ini mengalami penurunan dan belum memenuhi target maksimal.

Penyerahan hasil Bulan Dana PMI tersebut dilaksanakan di Aula Bupati Batang, Selasa 6 Januari 2026.

Ketua PMI Batang, Achmad Taufiq menjelaskan, perolehan dana sebesar Rp 1,7 miliar tersebut merupakan buah kerja keras panitia serta dukungan berbagai elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha, pelajar, pemerintah, hingga TNI-Polri. Pengumpulan kali ini diketuai Ketua DPRD Batang Suudi.

“Dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan keikhlasan panitia serta seluruh pihak terkait, alhamdulillah Bulan Dana PMI Kabupaten Batang Tahun 2025 dapat menghimpun dana sebesar Rp 1,7 miliar atau 96 persen dari target,” jelas Achmad Taufiq.

Taufiq membeberkan alasan belum tercapainya target tahun ini. Menurutnya, ada penurunan potensi penyumbang di sejumlah sektor vital. Faktor utamanya adalah mutasi dan pensiunnya sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perubahan sistem pelayanan publik.

Peralihan layanan dari tatap muka ke sistem daring (online) di instansi pelayanan masyarakat berdampak signifikan pada proses penggalangan dana sukarela ini.

“Perubahan sistem pelayanan menjadi online membuat pemungutan di sektor pelayanan masyarakat menjadi lebih sulit,” ungkapnya.

Menyiasati hal tersebut, untuk Bulan Dana PMI 2026, pihaknya akan memberikan perhatian khusus pada sektor pedesaan, kelurahan, pelayanan masyarakat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta pelajar.

Terkait penggunaan dana, Taufiq menegaskan bahwa hasil Bulan Dana 2025 ini masih utuh.

Sesuai regulasi, 10 persen akan disetorkan ke PMI Jawa Tengah sebagai Sumbangan Wajib Bulan Dana (SWBD), sedangkan 90 persen sisanya dikelola PMI Batang untuk program kemanusiaan, seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Sepanjang 2025, PMI Batang sukses merehabilitasi 33 unit RTLH, melampaui target awal 30 unit.

“Untuk bantuan bencana yang sudah disalurkan ke Sumatera, Cilacap, dan Banjarnegara, itu menggunakan dana kas tahun sebelumnya. Dana Bulan Dana 2025 masih utuh,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi tinggi meski target tidak tercapai 100 persen.

Ia menekankan pentingnya evaluasi agar tahun depan perolehan dana bisa meningkat.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan PMI selama 2025. Dana yang terkumpul Rp1,7 miliar. Meski mengalami penurunan, tidak apa-apa. Yang penting jangan sampai tahun depan turun lagi, mari kita tingkatkan bersama,” tutur Faiz.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti ketimpangan kontribusi antar instansi.

Ia memuji jajaran Koramil yang mencatatkan capaian luar biasa, namun menyentil instansi vertikal lain yang dinilai minim kontribusi.

“Paling bagus itu tingkat pencapaiannya sampai 235 persen. Ini dari Koramil, luar biasa, bisa dua kali lipat lebih dari target,” ujarnya.

Sebaliknya, Faiz memberikan catatan khusus bagi Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Yang paling rendah ini kantor BPN. Tanahnya banyak, tapi sumbangannya sedikit,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bulan dana pmi #pmi #batang