Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Telan Anggaran Rp 251 Miliar, 17 Km Jalan Pantura Batang-Pekalongan segera Dibeton

Riyan Fadli • Kamis, 8 Januari 2026 | 02:28 WIB
PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara.
PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Perbaikan permanen jalur Pantura akhirnya terealisasi. Ruas jalan nasional Pantura Pekalongan–Batang–Plelen dipastikan akan dibeton (rigid pavement) sepanjang 17 kilometer.

Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp 251 miliar ini dijadwalkan mulai berjalan pada awal 2026.

Kepastian dimulainya proyek ini disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara.

“Iya, kami sudah berkontrak tanggal 15 Desember kemarin untuk paket preservasi jalan Pekalongan–Batang–Plelen dengan nilai sekitar Rp251 miliar,” katanya.

Dalam paket preservasi ini, perkerasan jalan akan direkonstruksi total dari aspal menjadi beton.

Dari total 17 kilometer yang akan digarap, mayoritas berada di wilayah Kabupaten Batang dan ruas Batang–Kendal sepanjang 14 kilometer, sedangkan 3 kilometer sisanya berada di wilayah Kota Pekalongan. 

Ridwan menjelaskan, saat ini tahapan di lapangan sudah mulai berjalan.

“Kami sekarang sudah masuk tahap survei dan pengukuran, jadi teman-teman mungkin sudah melihat aktivitas di lapangan,” jelasnya.

BBPJN menargetkan sebagian hasil pengerjaan jalan sudah bisa dinikmati masyarakat sebelum arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan di dalam kota, yakni Jalan Jenderal Sudirman.

“Di Jalan Sudirman akan kami tangani dulu sebagian sepanjang sekitar 700 meter. Selain itu, betonisasi juga akan dilakukan di tiga hingga empat titik strategis di ruas Batang–Kendal, dengan prioritas utama pada jalur menuju Semarang yang memiliki peran vital sebagai jalur mudik,” terangnya.

Mengenai jadwal pekerjaan fisik, Ridwan menyebut alat berat akan mulai bekerja penuh pada pertengahan bulan ini.

“Target kami minggu ketiga Januari ini sudah mulai fisik, paling lambat akhir bulan,” ungkapnya.

Betonisasi Jalan Pantura ini dirancang sebagai proyek tahun jamak (multiyears) dengan durasi pelaksanaan selama 18 bulan, yang ditargetkan rampung pada Juli 2027.

Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah klasik kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih (ODOL).

Betonisasi Jalan Pantura Pekalongan–Batang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan nasional terhadap beban lalu lintas berat yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

"Ruas tersebut dikenal memiliki intensitas kendaraan berat yang tinggi, terutama angkutan industri dan logistik,” harapnya.

Dengan konstruksi beton, umur layanan jalan dipastikan lebih panjang serta minim perawatan, sehingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Ridwan juga memohon pengertian pengguna jalan jika nanti terjadi kepadatan selama proses pengerjaan.

“Pemerintah pun meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung pelaksanaan proyek selama masa konstruksi berlangsung, mengingat pekerjaan tersebut bertujuan menjawab keluhan publik terkait kondisi Jalan Pantura yang kerap rusak,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#jalan #pantura #Rigid #beton #batang