Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sempat Lumpuh Total, Akses Utama Desa Pranten Batang Kembali Dibuka Pasca Dihantam Longsor

Riyan Fadli • Jumat, 9 Januari 2026 | 22:15 WIB
MENINJAU LOKASI: Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah saat meninjau langsung dampak tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
MENINJAU LOKASI: Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah saat meninjau langsung dampak tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Akses vital warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang. yang sempat terputus total akibat tanah longsor akhirnya dapat dilalui kembali.

Sebelumnya, jalur penghubung Rejosari–Sigemplong ini tertutup material tanah akibat cuaca ekstrem yang mengguyur sejak akhir tahun lalu, memaksa warga harus memutar jalur hingga belasan kilometer.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Muhammad Fajeri mengungkapkan, insiden ini bermula dari intensitas hujan tinggi sejak November 2025.

Bupati Batang bahkan telah menetapkan status siaga darurat bencana menyusul adanya hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es.

"Pada akhir November terjadi guguran kecil dan belum menutup jalan. Namun di akhir Desember terjadi longsor susulan yang lebih besar hingga menutup akses jalan sepenuhnya," ucapnya, Jumat 9 Januari 2026.

Tertutupnya jalan ini melumpuhkan aktivitas warga. Pasalnya, jalur tersebut adalah urat nadi perekonomian dan pendidikan di wilayah tersebut.

Warga yang hendak beraktivitas terpaksa mencari jalur alternatif yang memakan waktu dan tenaga lebih banyak.

"Akibat longsor tersebut, akses vital warga Desa Pranten sempat lumpuh. Jalan yang tertutup material longsor merupakan jalur utama aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat. Jalur ini menjadi akses anak-anak menuju sekolah serta jalur ekonomi warga untuk membawa hasil bumi ke kota," jelas Fajeri.

Selama akses tertutup, warga harus memutar jalan sejauh 10 hingga 15 kilometer. Kondisi medan yang sulit menghambat mobilitas kendaraan roda dua maupun empat.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam ini.

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat. "Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Batang bersama Pemerintah Desa Pranten bersama masyarakat dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) melakukan kerja bakti membersihkan material longsor," terangnya.

Selain mengerahkan tenaga fisik, BPBD Batang juga memberikan pendampingan mitigasi serta menyalurkan bantuan logistik.

Bantuan tersebut meliputi sembako untuk konsumsi kerja bakti, terpal untuk penanganan darurat, serta velbed dan matras bagi petugas di posko siaga desa. Komunikasi antar lini juga diperkuat.

"Kami juga mengaktifkan kembali perangkat komunikasi HT untuk memudahkan koordinasi antara desa, BPBD, kecamatan, dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Kini, setelah proses pembersihan rampung, akses jalan Rejosari–Sigemplong sudah normal kembali. Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas.

Namun, Fajeri tetap mewanti-wanti warga agar tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi. 

"BPBD Batang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melaporkan kepada pihak terkait jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah," pungkasnya. (yan)

Editor : Ida Nor Layla
#bawang #longsor #bpbd #batang #Pranten