METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang membidik potensi baru di kawasan pesisir.
Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang mengoptimalkan lahan tidur yang selama ini terdampak air pasang atau rob. Langkah ini dilakukan Dispaperta bersama Badan Perakitan Modernisasi Pertanian.
Fokus pengembangan menyasar lahan seluas 530,29 hektare yang tersebar di Kecamatan Batang dan Kecamatan Kandeman.
Kepala Dispaperta Batang, Sutadi Ronodipuro, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan metode khusus untuk menangani lahan salin tersebut, salah satunya dengan menanam varietas padi Biosalin.
Sebagai langkah awal, Dispaperta telah memulai plot percontohan (demplot) untuk menguji ketahanan varietas ini terhadap air payau.
“Sudah 20 hari ini kami sudah mengujicoba padi jenis Biosalin di Kelurahan Kasepuhan seluas 1 hektar yang didukung Badan Perakitan Modernisasi Pertanian dan Badan Riset Inovasi Nasional. Semoga di masa panen nanti berdampak positif yang siginifikan, yang rencananya akan disebarluaskan ke lahan petani terdampak rob,” tegas Sutadi.
Kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi petani di pesisir pantura yang selama ini merugi akibat intrusi air laut.
Sebelum terendam rob, lahan sawah di kawasan tersebut tergolong sangat subur dengan produktivitas mencapai 10 ton gabah per hektare. Namun, kondisi rob membuat lahan tersebut tidak produktif dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui intervensi teknologi padi Biosalin, pemerintah berharap produktivitas lahan bisa kembali terdongkrak.
Jika capaian panen nanti bisa menyentuh angka 50 persen dari produktivitas awal saja, hal tersebut sudah dianggap hasil yang sangat menggembirakan bagi para petani setempat. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla