METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pil pahit harus ditelan Persibat Batang dalam laga pertama putaran kedua Liga 4 Jawa Tengah.
Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Moh. Sarengat, Kabupaten Batang, Laskar Alas Roban harus mengakui keunggulan tamunya, ISP Purworejo, dengan skor tipis 0-1, Rabu 14 Januari 2026.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena gol semata wayang tim tamu tercipta di detik-detik akhir laga.
Meski mendominasi permainan sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Manajer Persibat Batang, Achmad Dahlan, menjelaskan, petaka terjadi justru saat tim asuhannya keasyikan menyerang namun lengah di menit kritis.
“Persibat Batang tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang emas, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal berbuah gol. Petaka justru datang pada menit-menit akhir pertandingan. Berawal dari tendangan bebas ISP Purworejo, terjadi kemelut di depan gawang Persibat,” jelas Achmad Dahlan.
Bola liar dari kemelut tersebut sukses dimanfaatkan pemain ISP Purworejo untuk menjebol gawang tuan rumah, mengubah skor menjadi 0-1 hingga peluit panjang berbunyi.
Evaluasi tajam langsung dilakukan oleh manajemen Laskar Alas Roban. Dahlan mengakui bahwa timnya tampil di bawah performa terbaik (underperform).
Faktor mental disinyalir menjadi biang kerok kekalahan ini. Dua kemenangan beruntun sebelumnya rupanya membuat skuad Persibat terlena.
“Anak-anak overconfident. Setelah menang dua kali, termasuk di kandang ISP, mereka terlalu euforia dan menganggap enteng pertandingan di rumah sendiri,” ungkapnya.
Selain masalah mental, aspek teknis di lapangan juga menjadi catatan merah. Dahlan menyoroti transisi pemain yang terlambat turun saat menerima serangan balik, serta efektivitas permainan yang buruk.
“Banyak bola terbuang, shooting off target, dan passing yang tidak tepat. Itu jadi bahan evaluasi serius kami,” terangnya.
Manajemen dan pelatih langsung menggelar rapat evaluasi pada malam hari pasca-pertandingan untuk memperbaiki kesalahan teknis sebelum laga penentuan berikutnya.
Meski menelan kekalahan di kandang, asa Persibat Batang untuk melaju ke fase berikutnya belum padam.
Saat ini, Persibat masih bertengger di puncak klasemen sementara grup dengan koleksi enam poin.
Sesuai format kompetisi Liga 4 Jawa Tengah, dua tim teratas (juara dan runner-up) berhak melaju ke babak 16 besar.
Dahlan membeberkan hitung-hitungan peluang timnya. Jika laga antara Wijaya Kusuma kontra ISP Purworejo berakhir imbang, tiket 16 besar sudah dipastikan milik Persibat.
“Pertandingan terakhir melawan Wijaya Kusuma di Cilacap nanti juga akan menentukan posisi juara grup,” pungkasnya.
Sayangnya, tensi tinggi pertandingan ini diwarnai insiden kurang terpuji. Kekecewaan mendalam atas hasil 0-1 memicu reaksi emosional dari para pendukung tuan rumah.
Sejumlah suporter yang kecewa nekat menerobos masuk ke dalam lapangan usai laga berakhir.
Situasi semakin memanas ketika penonton dari arah tribun meluapkan kekesalan dengan melempar berbagai benda ke dalam area lapangan. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla