Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ambisi 32 Emas di Porprov, Atlet Batang Jalani Tes Fisik Berbasis Sport Science

Riyan Fadli • Senin, 19 Januari 2026 | 20:02 WIB
OPTIMIS: Jajaran petinggi Koni Batang saat memantau tes fisik para atlet.
OPTIMIS: Jajaran petinggi Koni Batang saat memantau tes fisik para atlet.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang mulai memanaskan mesin guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Tidak sekadar latihan rutin, KONI Batang menerapkan pendekatan Sport Science untuk melakukan screening ketat terhadap kondisi fisik para atlet.

Langkah strategis ini diambil demi memuluskan ambisi besar menembus posisi 10 besar klasemen umum pada ajang olahraga bergengsi se-Jawa Tengah tersebut.

Ketua Umum KONI Batang, Teguh Supriyanto, memantau langsung jalannya tes fisik yang dipusatkan di GOR Abirawa Batang, Sabtu 17 Januari 2026.

Menurutnya, kebugaran fisik adalah pondasi utama sebelum berbicara mengenai taktik dan strategi di lapangan.

“Semuanya kita untuk melihat dari kondisi, mengukur kondisi fisik para atlet yang lolos Porprov. Seandainya nanti ada kendala-kendala yang kurang, ya tetap kita upayakan tetap dikejar fisiknya,” tegas Teguh.

Total sebanyak 163 atlet dari 31 cabang olahraga (Cabor) akan menjalani uji fisik secara bertahap.

Agenda ini dibagi menjadi tiga sesi, yakni Sabtu 17 Januari 2026, Minggu 18 Januari 2026, dan puncaknya pada 31 Januari 2026 mendatang.

Teguh optimistis, dengan persiapan matang, Kabupaten Batang mampu bersaing di papan atas. Target yang dipatok pun tidak main-main.

“Kita harus targetkan 10 besar itu minimal 32 medali. Ada sekitar 10 cabang olahraga unggulan kita, seperti panjat tebing, Xiangqi (catur cina), kempo, atletik, hingga dayung,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Tes Fisik, Yusnita, menjelaskan bahwa tes ini menggunakan standar ilmiah yang mengacu pada Peraturan Menpora Nomor 15.

Para atlet diuji dalam empat parameter utama, Standing Broad Jump (kekuatan), T-Test Agility (kelincahan), Sprint 40 meter (kecepatan), serta daya tahan aerobik.

Namun, faktor cuaca sempat menjadi tantangan tersendiri bagi panitia pelaksana.

“Namun, mendung yang menggelayuti langit Batang sempat membuat panitia harus sigap memutar otak. Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, kapasitas aerobik yang harusnya menggunakan Tes Cooper 12 menit, kemungkinan akan kita geser menjadi Tes MFT (Multi-stage Fitness Test),” terang Yusnita.

Hasil tes fisik ini akan menjadi "rapot awal" bagi para atlet. Jika ditemukan atlet yang belum memenuhi standar, KONI Batang akan mengolaborasikan tim Sport Science dengan Bidang Pembinaan Prestasi untuk memberikan treatment khusus.

Meskipun target 10 besar menjadi beban yang cukup berat, optimisme tinggi tetap terpancar dari tim pelaksana. Yusnita meyakini waktu yang ada masih cukup untuk mendongkrak performa atlet.

“Kalau saya orang yang optimis ya, jadi nothing is impossible, impossible is nothing. Prinsip saya begitu. Jadi sebelum saya berjuang, saya nggak akan pernah mengatakan tidak bisa,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#porprov #atlet #batang