Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Imbas Longsor Pranten, Pengungsi Capai 689 Orang, Pemkab Batang Kirim Bantuan Bahan Pangan

Riyan Fadli • Senin, 26 Januari 2026 | 23:35 WIB
LONGSOR: Kondisi longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
LONGSOR: Kondisi longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Baatang, pada Jumat 23 Januari 2026 lalu, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan bantuan logistik susulan, Senin 26 Januari 2026.

Berdasarkan data terbaru, total pengungsi mencapai 689 jiwa. Uniknya, pola pengungsian warga terbagi menjadi dua wilayah.

Sebanyak 259 warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka di Dataran Tinggi Dieng, sementara 430 warga lainnya bertahan di titik aman di rumah saudara masing-masing di Desa Pranten.

Kepala Pelaksana BPBD Batang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Fajri, menjelaskan longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten ini dipicu oleh cuaca ekstrem.

Hujan lebat disertai angin kencang membuat material tebing jenuh air hingga tak mampu menahan beban.

"Dampaknya dua rumah terkena langsung, satu hancur total dan satu rusak separuh. Namun, ada 14 rumah di sekitarnya yang terancam, sehingga ratusan warga harus diungsikan demi keamanan," ujar Fajri.

Selain mengirimkan bantuan dasar seperti selimut, kasur lipat, family kit, dan matras, BPBD Batang juga memenuhi permintaan khusus warga berupa satu unit gergaji mesin atau senso baru.

"Meski di sini (Batang kota) juga butuh, tapi di sana lebih urgent untuk penanganan material kayu pascabencana. Maka pimpinan menyetujui pengadaan satu senso baru untuk Pranten," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Willopo menyebutkan, bantuan pangan yang dikirimkan kali ini berupa bahan mentah.

Bantuan tersebut meliputi 1,5 kuintal beras, 6 dus bihun jagung, 36 liter minyak goreng, 60 kilogram telur, dan perlengkapan makan.

Bantuan difokuskan untuk warga yang mengungsi di area Desa Pranten, karena Pemerintah Daerah tidak bisa menjangkau para pengungsi yang ada di luar Kabupaten Batang.

Keputusan mengirim bahan mentah diambil dengan pertimbangan efektivitas. Menurut Willopo, jika makanan dimasak di Dapur Umum (DU) Dinsos Batang, waktu tempuh ke Pranten yang cukup lama akan membuat kualitas makanan menurun.

"Kalau dimasak di sini, sampai sana sudah dingin, ora sedep maneh (tidak sedap lagi). Apalagi di lokasi sudah ada dapur umum mandiri yang dikelola warga dan relawan. Jadi kita support bahan bakunya agar bisa dimasak langsung di sana," jelas Willopo.

Fakta miris terungkap terkait lokasi longsor di Dukuh Rejosari. Fajri membeberkan bahwa tiga tahun lalu, pemerintah sebenarnya sudah memetakan kerawanan di zona tersebut.

"Ada 10 rumah yang dulu kita beri motivasi untuk relokasi. Tapi saat itu yang berkenan hanya dua rumah. Dan sekarang peringatan alam itu benar-benar terjadi," ungkapnya.

Pihaknya berharap, pasca kejadian ini warga bersedia untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

BPBD bersama dinas terkait seperti Perkim dan DPU akan segera melakukan asesmen kerugian dan menyiapkan skema relokasi lanjutan.

"Kalau dulu ada Dukuh namanya Siglagah. Tapi itu longsor habis dan sekarang ya sudah ndak ada desanya. Siglagah itu. Tapi warganya kan sudah mengungsi dan bertempat di Ngadirejo," tandas Fajri. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bawang #longsor #batang #Pranten #bencana #bantuan