Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ekskavasi Lanjutan Candi Bata Gringsing Kabupaten Batang Butuh Rp 2 Miliar

Riyan Fadli • Minggu, 1 Februari 2026 | 18:35 WIB
CAGAR BUDAYA: Kondisi candi batu bata yang ada di Kecamatan Gringsing.
CAGAR BUDAYA: Kondisi candi batu bata yang ada di Kecamatan Gringsing.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tabir sejarah Candi Bata Gringsing yang tercatat sebagai candi tertua di Jawa Tengah (Jateng) ternyata belum sepenuhnya tersingkap.

Namun upaya mengungkap struktur utuh situs cagar budaya tersebut menghadapi tantangan besar, terutama terkait kebutuhan anggaran yang tidak sedikit.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Camelia Dewi, mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan usulan penelitian lanjutan ke Bapperida Kabupaten Batang.

Usulan ini mencakup rencana besar penataan kawasan Candi Bata Gringsing dan situs Balekambang.

Menurut Camelia, ekskavasi lanjutan sangat krusial, terutama untuk membuka area bagian atas bukit yang diduga menyimpan struktur candi yang tersembunyi.

“Kami masih membutuhkan ekskavasi lagi untuk membuka candi di atas bukit,” jelasnya.

Selain penggalian atau ekskavasi, Disdikbud Batang juga memprioritaskan kajian zonasi.

Hal ini dinilai penting sebagai agenda pengembangan kawasan guna mengatur batas perlindungan, pemanfaatan, hingga pengembangan situs di masa depan.

Tak hanya itu, usulan kajian konsolidasi struktur bangunan candi juga didorong agar bangunan bata yang kini rapuh dapat dikembalikan mendekati bentuk aslinya.

Perbaikan akan difokuskan pada penguatan dan penataan ulang.

“Beberapa bagian perlu diperbaiki agar kembali ke bentuknya, termasuk melalui ekskavasi,” ungkap Camelia.

Terkait keterlibatan pihak eksternal, Camelia menyebutkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah cukup terlibat dalam tahap kajian awal.

Namun, untuk tahap eksekusi lanjutan, dukungan anggaran daerah menjadi kunci utama.

Camelia membeberkan bahwa kebutuhan dana untuk proyek ekskavasi lanjutan Candi Bata Gringsing mencapai angka Rp 2 miliar.

“Untuk usulan ekskavasi ini kebutuhannya sekitar Rp 2 miliar,” kata Camelia.

Kendati demikian, angka tersebut masih sebatas usulan. Hingga kini, Camelia memastikan bahwa anggaran tahun 2026 belum mengakomodasi kebutuhan besar tersebut.

Di sisi lain, penataan kawasan Balekambang terus dikomunikasikan lintas sektoral.

Disdikbud Kabupaten Batang telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membahas konsep penataan yang selaras dengan nilai sejarah dan lingkungan.

Koordinasi juga diperluas dengan melibatkan berbagai stakeholder strategis di Kabupaten Batang.

“Kami sudah rapat dengan beberapa pihak, ada KITB, Dishub, dan PUPR,” ujarnya.

Keterlibatan banyak instansi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi penataan kawasan cagar budaya.

Penemuan tak terduga ini memaksa tim teknis melakukan penyesuaian desain gambar demi menjaga keaslian dan keselamatan struktur asli candi agar tidak rusak.

“Di akhir Desember kemarin memang sempat terlambat karena ada penemuan reruntuhan, sehingga gambar harus diganti,” ujar Camelia Dewi.

Kini, setelah proses penyesuaian desain selesai, Candi Bata Gringsing berada di persimpangan antara urgensi pelestarian sejarah dan keterbatasan anggaran yang tersedia. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #ekskavasi #batang #candi bata