METROPEKALONGAN.COM, Batang – Komitmen percepatan pembangunan ditunjukkan oleh para wakil rakyat di Kabupaten Batang.
Sebanyak delapan anggota DPRD Kabupaten Batang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 sepakat "saweran" dana aspirasi atau pokok pikiran (pokir) untuk mendukung program prioritas di Kecamatan Batang.
Hal tersebut terungkap usai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang di Pendopo Kecamatan Batang, Senin 2 Februari 2026.
Anggota DPRD Batang, Tofani Dwi Ariyanto menyampaikan, inisiatif ini diambil untuk menopang sektor pendidikan serta kebutuhan strategis kecamatan melalui kolaborasi lintas anggota dewan.
“Anggota dewan dari Dapil 1 sepakat melakukan iuran dana aspirasi masing-masing sebesar Rp 100 juta untuk membantu program prioritas di Kecamatan Batang. Dari delapan anggota dewan Dapil 1, terkumpul dana sebesar Rp 800 juta. Anggaran tersebut diserahkan kepada Camat Batang untuk dialokasikan sesuai kebutuhan strategis daerah,” jelas Tofani.
Politisi yang akrab disapa Tofani ini menjelaskan, skema gotong royong dana aspirasi semacam ini bukan kali pertama dilakukan.
Sebelumnya, kolaborasi serupa terbukti efektif mendukung sejumlah proyek infrastruktur vital di wilayah Kecamatan Batang.
“Realisasi sebelumnya antara lain untuk pembangunan Pendopo Kecamatan Batang, yang saat itu juga disinergikan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar anggarannya mencukupi. Selain itu, juga pernah digunakan untuk peninggian Jembatan BPJS,” terangnya.
Sementara itu, Camat Batang Luksono Pramudito menyambut positif dukungan konkret dari para anggota dewan tersebut.
Ia membenarkan adanya kucuran dana aspirasi yang rencananya akan diproyeksikan untuk penataan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan agar lebih tertata.
“Rencananya akan dipakai untuk penataan jalan di Jalan Ki Mangunsarkoro menuju Lapangan Dracik Kampus,” ujar dia.
Luksono menilai, dukungan dana aspirasi dari para wakil rakyat Dapil 1 ini sangat membantu percepatan pembangunan di tingkat kecamatan.
Lebih jauh, dana ini diharapkan menjadi trigger atau stimulan untuk menarik pendanaan lanjutan dari pemerintah kabupaten.
“Harapannya, anggaran ini bisa menjadi pemicu agar program penataan kawasan tersebut bisa didukung lebih lanjut melalui APBD Kabupaten Batang,” pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla