METROPEKALONGAN.COM, Batang – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang memastikan ketersediaan air bersih bagi pelanggan walau cuaca ekstrem menerpa.
Hal ini berkaca pada bencana banjir bandang yang sempat meluluhlantakkan sumber mata air di daerah Kecamatan Blado tahun 2025 lalu.
Direktur Umum PUDAM Sendang Kamulyan, Sys Mandayun, mengungkapkan, pihaknya sempat kehilangan kapasitas produksi air hingga 40 persen akibat dampak kerusakan alam beberapa waktu lalu.
Kondisi ini memaksa perusahaan pelat merah tersebut bergerak cepat mencari alternatif pengganti.
"Dampak dari kejadian kemarin itu memang benar-benar terasa, ada sekitar 40 persen kapasitas air yang sudah tidak bisa kita ambil lagi. Sehingga kita harus mencari sumber baru," ujar Sys Mandayun, Selasa 3 Februari 2026.
Sys menjelaskan, upaya pencarian sumber air baru membuahkan hasil. Pihaknya menemukan titik sumber mata air pengganti yang masih berada di kawasan Desa Bismo, Kecamatan Blado.
"Alhamdulillah kita mendapatkan sumber baru. Meski masih di sekitar lokasi situ (Bismo), tapi ini bisa menggantikan kapasitas yang hilang. Debitnya hampir sama untuk memenuhi jumlah pelanggan yang ada," jelasnya.
Selain mengandalkan sumber lokal di Bismo, Sys mengakui bahwa stabilitas pasokan air di Kota Batang saat ini sangat terbantu oleh interkoneksi dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama Jawa Tengah melalui SPAM Petanglong (Pekalongan, Batang, Kabupaten Pekalongan).
"Kekurangan air kita di Bismo itu salah satunya tertutup oleh bantuan dari PDAB Tirta Utama Jawa Tengah. Kita dapat tambahan debit dari situ, sehingga pelayanan tetap terjaga," tambahnya.
pdamBaca Juga: PDAM Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan Gerak Cepat Atasi Jaringan Rusak Akibat Banjir
Menghadapi musim penghujan, Sys tidak menampik adanya tantangan infrastruktur. Beberapa fasilitas penunjang seperti bronjong penahan tanah sempat mengalami kerusakan akibat faktor usia dan gerusan arus sungai yang deras.
Namun, ia memastikan tim teknis PUDAM selalu siaga melakukan perbaikan cepat.
"Namanya debit air karena faktor alam pasti fluktuatif, kadang naik kadang turun. Kalau ada air keruh sedikit atau macet sebentar karena perbaikan pipa, itu hal wajar teknis. Tapi prinsipnya kita langsung tangani secepat mungkin," tegasnya.
Sesuai arahan Bupati Batang selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), PUDAM Sendang Kamulyan berkomitmen menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dalam pelayanan.
"Bapak Bupati sudah mewanti-wanti untuk selalu menjaga K3. Meskipun sistem kita menggunakan gravitasi yang terkadang terkendala elevasi tanah, kami berupaya maksimal agar air tetap mengalir lancar ke rumah pelanggan," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla