METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Batang kembali menjadi sorotan.
Salah satu akses vital bagi para pekerja menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau KITB dilaporkan rusak parah.
Ironisnya, meski kondisi jalan sudah menyerupai aliran sungai yang dipenuhi bebatuan, jalur ini masih menjadi pilihan para pekerja setiap harinya.
Ruas jalan yang dikeluhkan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Subah hingga Kedawung.
Jalur ini melintasi beberapa wilayah, mulai dari Desa Subah, Desa Gondang, Desa Kuripan, hingga Dukuh Kalisari di Desa Kemiri Timur.
Kerusakan paling signifikan terjadi pada titik yang menghubungkan Desa Kuripan menuju Dukuh Kalisari.
Di titik ini, aspal nyaris tak bersisa, berganti dengan bongkahan batu dan lubang dalam yang membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan. Air mengalir di jalan, seperti layaknya sungai.
Camat Subah, Muhammad Yasin, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut berstatus jalan kabupaten dengan spesifikasi panjang mencapai 3 kilometer dan lebar 4 meter.
"Kondisi di lapangan memang rusak parah. Lokasi yang paling memprihatinkan itu dari Desa Kuripan menuju Dukuh Kalisari, Desa Kemiri Timur," ujar Muhammad Yasin, Kamis 5 Februari 2026.
Pemerintah Kecamatan Subah sendiri mengaku tidak tinggal diam. Yasin menyatakan bahwa pihaknya telah membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Kemarin saat Musrenbang kecamatan, ruas Subah-Kedawung ini sudah kami usulkan dan menjadi isu strategis pembangunan untuk tahun 2027," tambahnya.
Pihak kecamatan berkomitmen akan terus mengawal usulan ini agar tidak lepas dari rencana pembangunan daerah, mengingat perannya yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Batang Timur. (yan/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan