METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tak semua nelayan memiliki skill memperbaiki mesin kapal ketika terjadi kendala.
Karena itulah, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku operator PLTU Batang menggelar Pelatihan Teknis Perawatan dan Perbaikan Motor Diesel Satu Silinder digelar untuk nelayan Roban Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Februari 2026 ini, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta keterampilan teknis para nelayan.
Chief Operating Officer BPI, Naofumi Yasuda, melalui Community Relation & CSR Manager BPI, Ahmad Lukman menegaskan, pelatihan ini dirancang agar nelayan dapat lebih mandiri.
Dengan kemampuan memperbaiki mesin sendiri, nelayan diharapkan mampu menekan biaya operasional yang selama ini membebani.
"Kegiatan ini merupakan dukungan kami untuk masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Batang," ungkapnya.
Kegiatan BPI ini mendapatkan apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan melalui Asisten 1 Sekda Batang, Darsono, menyoroti pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan.
Berdasarkan data, dari 722 nelayan kecil, baru sekitar 37 orang yang memiliki kemampuan teknis perbaikan mesin kapal.
Pemkab Batang menetapkan target dalam 5 tahun ke depan (2026-2030) untuk mencetak 500 nelayan ahli mesin. Pelatihan hari ini bagi 25 nelayan Roban Timur adalah langkah awal yang sangat krusial.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT BPI atas dukungan penuh pembiayaan kegiatan ini," ucapnya.
Salah satu peserta pelatihan, Rusnaeni, mengaku, program ini sangat relevan dengan kebutuhan nelayan, terlebih saat kondisi cuaca sedang tidak bersahabat untuk melaut. Selain ilmu, para peserta juga mendapatkan bantuan 25 set kunci pas sebagai modal kerja.
“Dengan mendapatkan ilmu langsung dari para ahli dan bantuan 25 set kunci pas, kami kini memiliki modal untuk merawat mesin kapal secara mandiri. Satu set kunci pas di tangan nelayan yang berilmu seperti kami akan menjadi alat penting untuk menyambung hidup keluarga di masa depan," kata Rusnaeni.
Agenda ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Pemberdayaan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Masyarakat Pesisir antara BPI dan Pemkab Batang.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Batang, Agung Wisnu Barata berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menjaga ekosistem pesisir dan kesejahteraan warga di lingkar PLTU Batang. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla