Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Gara-Gara Dana Banper Belum Cair, 3.100 Siswa di Batang Tak Dapat MBG

Riyan Fadli • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:38 WIB
MBG: Suasana dapur SPPG saat ditinjau anggota dewan beberapa waktu silam.
MBG: Suasana dapur SPPG saat ditinjau anggota dewan beberapa waktu silam.

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan siswa di Kabupaten Batang terpaksa mandek.

Menyusul adanya keputusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman 1 yang menghentikan operasional sementara sejak 9 Februari 2026.

Dampaknya cukup fatal, lebih dari 3.100 siswa yang tersebar di 14 sekolah kini tidak lagi menerima jatah makan siang gratis tersebut.

Person in Charge (PIC) SPPG Kauman 1, Ananta Mahendra, membenarkan kabar tersebut.

Ia menegaskan, penghentian operasional dapur terpaksa dilakukan karena dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga cair.

“SPPG kami berhenti beroperasi sementara, karena dana Banper dari pemerintah belum turun. Tanpa dana operasional, kami tidak bisa memproduksi dan mendistribusikan MBG,” kata Ananta, Kamis 12 Februari 2026.

Menurut Ananta, mekanisme pencairan dana Banper biasanya dilakukan setiap dua pekan sekali.

Namun, hingga awal pekan ini, dana untuk periode terbaru belum masuk ke rekening. Padahal, dana tersebut adalah 'napas' utama untuk belanja bahan baku, biaya distribusi, hingga operasional dapur.

Sebagai informasi, SPPG Kauman 1 melayani ribuan siswa dari jenjang PAUD hingga Sekolah Dasar (SD).

Berdasarkan indeks MBG dari BGN Pusat, alokasi anggaran dibagi menjadi dua kategori, Rp 8.000 per porsi (Porsi Kecil) untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, dan Rp 10.000 per porsi (Porsi Besar) untuk siswa kelas atas.

“Karena jumlah penerima manfaat kami cukup banyak, kebutuhan operasional juga besar. Tanpa pencairan dana, kami tidak bisa memaksakan tetap berjalan,” jelas Ananta.

Meski operasional berhenti total, pihak manajemen SPPG tidak tinggal diam. Masa tunggu ini dimanfaatkan untuk melakukan renovasi dan pembenahan fasilitas dapur agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru dari BGN.

“Kami gunakan waktu ini untuk memperbaiki fasilitas dapur sesuai aturan dan SOP baru. Jadi ketika dana sudah cair, kami siap kembali beroperasi,” ungkapnya.

Terkait nasib para siswa, Ananta memastikan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sekolah-sekolah terdampak.

Ia menegaskan, situasi ini murni karena kendala teknis pencairan dana pusat dan bersifat sementara.

“Kami sudah menyampaikan informasi ini ke sekolah-sekolah yang dilayani agar mereka memahami situasinya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, SPPG Kauman 1 masih menunggu kepastian transfer dana dari pemerintah pusat agar distribusi gizi kepada generasi penerus bangsa di Batang bisa kembali normal. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#mandek #batang #Mbg #sekolah