Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Opsen Pajak Sumbang Rp 56 Miliar Pendapatan Pemkab Batang Selama 2025

Riyan Fadli • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:15 WIB
LAYANAN: Suasana pelayanan di kantor Samsat Batang.
LAYANAN: Suasana pelayanan di kantor Samsat Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Skema opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kini menjadi primadona baru bagi kas daerah.

Sejak resmi diberlakukan pada 2025, kebijakan ini menjadi mesin pendapatan yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) BPKPAD Batang, Djiwanti Hariyati mengungkapkan, tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru di mana Pemkab Batang menerima opsen secara langsung sebagai komponen pajak daerah.

“Untuk tahun 2025, dari opsen PKB dan BBNKB kita menerima sekitar Rp 56,886 miliar,” kata Djiwanti, Jumat 13 Februari 2026.

Angka tersebut berkontribusi besar terhadap realisasi pajak daerah tahun 2025 yang mencapai Rp 236 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 217 miliar.

Tercatat, sekitar Rp 56,886 miliar di antaranya disumbang dari opsen, atau hampir seperempat dari total capaian pajak daerah.

Melihat tren positif tersebut, Pemkab Batang mematok target pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp 240 miliar. Dari angka tersebut, opsen PKB dan BBNKB diproyeksikan menyumbang Rp 70 miliar.

Hingga awal tahun ini saja, realisasi opsen sudah menyentuh angka Rp 6.594.981.000. Sementara total penerimaan pajak dan opsen sementara sudah berada di angka Rp 25.231.159.427.

Djiwanti menjelaskan, lonjakan kontribusi ini merupakan dampak positif dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Selain nominal yang besar, keuntungan utama skema opsen adalah likuiditas. Jika dulu dana bagi hasil cair secara periodik, kini dana opsen langsung masuk ke kas daerah (Kasda) setiap hari.

“Kerasa banget. Karena diterimanya tiap hari. Jadi cash flow daerah lebih baik,” tegasnya.

Penerimaan harian ini bervariasi tergantung volume pembayaran wajib pajak dan transaksi kendaraan baru, dengan rata-rata per bulan mencapai Rp 3 hingga Rp 5 miliar.

Pada Januari lalu, penerimaan opsen tercatat sekitar Rp 3,8 miliar. Dengan potensi kontribusi Rp 60-70 miliar per tahun, opsen kini menjadi pilar vital kemandirian fiskal Batang. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#opsen pajak #pajak kendaraan #batang