Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Diduga Depresi Skripsi, Mahasiswa UMY Asal Batang Ditemukan Tewas Tergantung

Riyan Fadli • Minggu, 15 Februari 2026 | 13:15 WIB
TKP: Petugas saat berada di TKP kejadian penemuan mayat di Wonotunggal.
TKP: Petugas saat berada di TKP kejadian penemuan mayat di Wonotunggal.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Desa Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang mahasiswa yang tewas di dalam rumahnya, Sabtu 14 Februari 2026 siang.

Korban berinisial GC, 23, diketahui merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia ditemukan meninggal dengan kondisi tergantung di gudang rumah orang tuanya di RT 04/RW 01. 

Diduga, korban nekat mengakhiri hidup karena tekanan akademik. Kapolres Batang AKBP Veronica melalui Kasatreskrim Polres Batang IPTU Albertus Sudaryono membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 11.45 WIB.

“Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 11.45 WIB, Unit Reskrim bersama piket SPKT Polsek Wonotunggal yang dipimpin Kapolsek mendatangi tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu, seorang kerabat yang hendak berkunjung ke rumah orang tua korban, masuk ke area belakang dan melihat pemandangan mengejutkan di area gudang.

Saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di bawah tangga gudang. Panik melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban dan melaporkannya ke Polsek Wonotunggal.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang berwarna biru yang diduga kuat digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.

Terkait motif, pihak kepolisian mendapatkan keterangan dari keluarga bahwa korban belakangan ini terlihat murung. Korban disebut tengah menghadapi tekanan berat terkait penyusunan tugas akhir perkuliahan.

“Dari informasi yang kami peroleh, korban sudah tiga hari terakhir mengeluhkan masalah skripsi kepada pihak keluarga,” jelas IPTU Albertus Sudaryono.

Kendati demikian, polisi menekankan bahwa dugaan tersebut didasarkan pada keterangan awal saksi dan keluarga.

Tim medis dari Puskesmas Wonotunggal yang melakukan pemeriksaan jenazah memastikan penyebab kematian korban adalah murni akibat gantung diri. Hasil visum menunjukkan korban meninggal dunia karena gangguan pernapasan (asfiksia) akibat jeratan.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Kasatreskrim.

Usai proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban telah membuat pernyataan resmi menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, khususnya yang sedang menghadapi tekanan akademik maupun masalah pribadi lainnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Universitas Muhammadiyah Yogyakart #umy #batang