Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pantau Ketinggian Hilal di Atas 10 Derajat Rabu Sore, Lembaga Falak Rifaiyah dan NU Batang Gelar Rukyat Pakai Teleskop Robotik

Riyan Fadli • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:35 WIB
PANTAUAN: Proses pemantauan hilal di Gedung PP Rifaiyah Batang.
PANTAUAN: Proses pemantauan hilal di Gedung PP Rifaiyah Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pantauan hilal kembali dilakukan lembaga falakiyah Rifaiyah dan NU Batang, pada Rabu sore 18 Februari 2026. Pantauan dilakukan di lantai 4 Gedung Pimpinan Pusat Rifaiyah.

Pantauan dilakukan untuk melihat posisi hilal yang dipastikan sudah berada di titik yang sangat tinggi, yakni di atas 10 derajat.

Sementara dalam pemantauan hilal (rukyatul hilal) oleh Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Batang pada Selasa 17 Februari 2026 di Jembatan Sigandu tidak membuahkan hasil karena hilal berada di bawah ufuk.

Konsekuensinya, bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemerintah pun menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 17 Febriani 2026.

Pemantauan kali ini dilakukan sebagai proses verifikasi faktual atas tingginya posisi hilal tersebut. Tidak hanya itu, momen ini dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang edukasi astronomi Islam yang melibatkan teknologi canggih.

Lebih lanjut, Ikhwanuddin menjelaskan bahwa tujuan krusial kedua dari kegiatan ini adalah murni untuk pendidikan kader. Verifikasi hilal yang sudah tinggi ini menjadi momentum praktik lapangan yang ideal.

"Ini adalah untuk pembelajaran. Kita belajar pasang alat, belajar memposisikan alat pada objek yang kita kehendaki, juga untuk pembelajaran tentang falakiyah kepada kader-kader yang ada," tuturnya.

Para peserta diajak untuk memahami hisab atau perhitungan matematis posisi hilal dan matahari, serta praktik langsung membedakan pengoperasian alat manual dengan teleskopik robotik yang super canggih.

Dalam urusan peralatan, LFR unjuk gigi dengan mengerahkan tiga unit teleskop robotik komputerisasi miliknya, sementara LFNU turut membawa satu unit teleskop manual. Kehadiran teleskop robotik ini sangat mempermudah proses verifikasi hilal.

Menurut Ikhwanuddin, teleskop robotik menawarkan efisiensi tinggi. Pengguna hanya perlu melakukan sinkronisasi awal dengan arah matahari, mengatur fokus, dan sistem komputer akan bekerja otomatis.

"Alat itu adalah teleskop robotik, jadi kita bisa menghendaki objek mana yang akan kita tuju; matahari, bulan, planet, atau bintang. Setelah kita kunci, alat itu akan men-tracking (melacak) secara otomatis, bergerak ke bawah mengikuti pergerakan bulan. Semacam itu," bebernya.

Hal ini sangat kontras dengan alat manual yang menuntut ketelitian menggeser alat ke kanan dan kiri secara manual berbasis data hisab. Proses verifikasi ini sendiri dilakukan berlapis.

Ikhwanuddin menceritakan, pada pemantauan 29 Sya'ban, data hisab menunjukkan hilal masih di bawah ufuk sehingga bulan baru mustahil terlihat. 

Pemantauan kemudian diulang pada malam 1 Ramadan menggunakan teleskop komputerisasi, altazimuth, hingga ekuatorial.

Namun, verifikasi visual hilal yang sudah di atas 10 derajat tersebut harus terhalang oleh kondisi alam. "Karena kondisi cuacanya mendung, ya akhirnya kita hari ini juga tidak kelihatan," akunya.

Meski pandangan ke langit tertutup awan tebal, LFR tetap teguh pada prinsip organisasinya. "Rifaiyah menggunakan rukyat, kemudian tetap mengikuti dari isbat pemerintah," pungkas Ikhwanuddin.

Abdul Khafi, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Batang, bersama pihak Rifa'iyah menegaskan bahwa metode yang digunakan tetap mengacu pada rukyat yang kemudian disinkronkan dengan hasil resmi negara. (yan/ida)

 

 

 

 

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#ramadhan #Rifaiyah #hilal #nu #batang #puasa