METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabupaten Batang rupanya menyimpan kepingan sejarah yang sangat besar bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Kota pesisir utara Jawa Tengah ini konon pernah menjadi saksi bisu berkumpulnya tiga ulama karismatik Nusantara pada awal tahun 1900-an.
Pertemuan tokoh-tokoh besar tersebut berlokasi di kediaman ulama kebanggaan Batang, yakni Syekh Muhammad Anwar.
Fakta sejarah yang selama ini hidup sebagai cerita tutur masyarakat ini kembali diungkap oleh Kasubag TU Kemenag Kabupaten Batang sekaligus pemerhati sejarah lokal, Sodikin.
Menurut Sodikin, legenda masyarakat menyebutkan bahwa pada masa itu, kediaman Syekh Muhammad Anwar menjadi tempat silaturahmi dua tokoh besar lainnya, yakni Syekh Kholil Bangkalan dari Madura dan Syekh Nawawi dari Banten.
Reuni Tiga Ulama Besar Lulusan Makkah
Pertemuan ini bukanlah sekadar kunjungan biasa.
Ketiganya merupakan sosok ulama yang memiliki ikatan emosional dan intelektual yang kuat karena sama-sama pernah menimba ilmu agama (nyantri) di Makkah, Arab Saudi.
"Yang paling menarik adalah legenda masyarakat bahwa beliau (Syekh Muhammad Anwar) pernah mengadakan pertemuan tokoh pada awal 1900-an di kediamannya di Batang. Pertemuan itu dihadiri oleh Mbah Syekh Muhammad Anwar, Mbah Kholil Bangkalan, dan Mbah Nawawi Banten," ungkap Sodikin dalam sebuah wawancara.
Kembalinya mereka ke Tanah Air tak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga membawa kegelisahan yang sama melihat kondisi Nusantara yang sedang berada di bawah cengkeraman penjajah.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Wisata Religi, Makam Sapuro Kini Dijaga Satlinmas 24 Jam
Menggagas Embrio Kemerdekaan Indonesia di Batang
Lebih lanjut, Sodikin menjelaskan bahwa topik pembicaraan ketiga tokoh sentral tersebut sangat visioner untuk ukuran masa itu. Di saat banyak wilayah masih berjuang secara kedaerahan, ketiga ulama ini sudah mendiskusikan konsep sebuah negara yang merdeka.
"Ketiga tokoh besar yang pernah nyantri di Makkah ini berdiskusi dan mengimpikan adanya negeri muslim yang merdeka dari jajahan," papar Sodikin.
Gagasan pembebasan Nusantara dari belenggu kolonialisme ini menjadi bukti bahwa para ulama memiliki peran politik kebangsaan yang sangat kuat, jauh sebelum proklamasi dikumandangkan.
"Ini luar biasa, embrio kemerdekaan Indonesia sudah dibicarakan di Batang," pungkasnya.
Cerita legenda ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Batang. Nilai historis dari pertemuan Syekh Muhammad Anwar, Syekh Kholil Bangkalan, dan Syekh Nawawi Banten ini diharapkan dapat terus digali secara akademis agar catatan sejarah Batang sebagai salah satu titik lahirnya gagasan kemerdekaan Indonesia dapat diakui secara nasional.
Nama Syekh Muhammad Anwar, ulama besar asal Kabupaten Batang terkenal sebagai pengarang kitab rujukan fiqih kelautan Aisyul Bahri.
Kitab tersebut disebut-sebut sebagai satu-satunya kitab yang membahas tentang hewan air secara detail. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla