Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BPJS PBI Kembali Aktif, Buruh Tani di Batang Tak Lagi Pusing Biaya Transfusi Anak Pengidap Talasemia

Riyan Fadli • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:45 WIB

BPJS PBI Kembali Aktif, Buruh Tani di Batang Tak Lagi Pusing Biaya Transfusi Anak Pengidap Talasemia.
BPJS PBI Kembali Aktif, Buruh Tani di Batang Tak Lagi Pusing Biaya Transfusi Anak Pengidap Talasemia.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Senyum lega kini kembali menghiasi wajah Sarmo, 53, warga Desa Toso, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Beban pikiran yang sempat menghantuinya terkait biaya pengobatan putrinya kini sirna. Pasalnya, kartu BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik keluarganya yang sempat nonaktif, kini telah resmi kembali aktif.

Bagi keluarga sederhana ini, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah bukan sekadar fasilitas berobat, melainkan "nyawa".

Putri tercintanya, Friantika, 17, menderita talasemia yang mengharuskannya menjalani transfusi darah rutin di RSUD Batang setiap dua minggu sekali.

Sebelumnya, bapak yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani (macul) serabutan ini sempat kalut.

Tepatnya pada bulan Januari lalu, saat hendak mendaftarkan putrinya transfusi darah di IGD RSUD Batang, petugas menyatakan kartu BPJS PBI keluarganya nonaktif.

"Waktu itu saya benar-benar bingung dan rasanya mau menangis. Anak saya sudah waktunya butuh darah, kulitnya terlihat kusam dan pucat. Akhirnya karena panik, transfusi saya tunda dua hari dan terpaksa daftar BPJS jalur Mandiri," ungkap Sarmo.

Lewat jalur Mandiri, Sarmo harus merogoh sempat membayar Rp 115.000 untuk iuran istri dan kedua anaknya.

Bagi buruh kasar dengan penghasilan tak menentu, nominal tersebut terasa berat. Ia mengaku baru sanggup membayar satu kali dan kebingungan mencari biaya untuk bulan berikutnya.

 

Bersyukur PBI Kembali Turun Tangan

Namun, doa Sarmo terjawab. Berdasarkan pembaruan data terbaru, kepesertaan BPJS ke dua anaknya kembali dialihkan menjadi tanggungan pemerintah alias PBI. Kabar ini praktis mengangkat batu besar dari pundaknya.

Sarmo kini tak perlu lagi memikirkan ancaman tunggakan dan denda iuran BPJS Mandiri. Kebutuhan transfusi darah putrinya setiap dua minggu sekali kembali dijamin penuh secara gratis.

"Sekarang alhamdulillah sudah aktif lagi (PBI-nya). Saya sangat bersyukur. Kalau disuruh bayar sendiri terus terang saya tidak mampu," jelas suami dari Nur Witi ini.

Sarmo pun memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan medis di RSUD Batang. Ia mengakui, meski berstatus pasien bantuan pemerintah, penanganan yang diterima sang anak selalu maksimal dan tidak dibeda-bedakan.

"Pelayanan dokter dan perawatnya sangat baik. Dulu cari darah sendiri itu susah, tapi sekarang lewat BPJS di RSUD Batang semuanya lancar. Program pemerintah ini benar-benar menyelamatkan nyawa orang kecil seperti saya. Terima kasih banyak," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#talasemia #bpjs kesehatan #batang #pbi