Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Darurat Kecelakaan Kereta Api: Dalam 11 Hari, Tiga Insiden Maut Renggut Nyawa di Jalur Rel Batang

Riyan Fadli • Selasa, 3 Maret 2026 | 12:02 WIB

LAKA KERETA: Korban petugas pemeriksa rel yang tewas tersambar kereta.
LAKA KERETA: Korban petugas pemeriksa rel yang tewas tersambar kereta.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jalur kereta api di wilayah Kabupaten Batang mendadak mencekam.

Hanya dalam kurun waktu 11 hari, tiga insiden kecelakaan maut terjadi secara beruntun di perlintasan rel wilayah ini. Terbaru, seorang petugas KAI Daop 4 Semarang dilaporkan menjadi korban saat sedang menjalankan tugas pada Selasa 3 Maret 2026 pagi.

Rentetan peristiwa ini menjadi alarm keras bagi keselamatan di area manfaat jalur kereta api (Rumaja), baik bagi warga sipil maupun petugas lapangan.

Insiden terbaru melibatkan Petugas KAI yang tewas tersambar KA Kalimas Cargo. Insiden terbaru terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

KA 2521 Kalimas Cargo relasi Surabaya Kalimas – Tanjung Priok menyambar seorang petugas yang sedang berdinas di KM 73+3, jalur hilir antara Stasiun Ujung Negoro – Stasiun Batang.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya petugas tersebut.

"Korban telah dievakuasi oleh unit Pengamanan dan ditangani pihak Kepolisian setempat. Kami tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait kronologi kejadian ini," ungkap Luqman.

Peristiwa ini menambah rentetan kecelakaan yang melibatkan kereta api di Kabupaten Batang setelah belum kering duka sebelumnya, pada Rabu 25 Februari 2026 siang.

Tiga wanita warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, juga tersambar kereta. Ketiganya menggunakan jalur rel sebagai jalan pintas saat hendak pulang usai menjenguk kerabat.

Nahas, KA Tawang Jaya relasi Semarang Poncol – Pasar Senen menyambar mereka di KM 72+8. Akibatnya Rutinah, 54, tewas di lokasi kejadian. Dasti, 73, & Darminah, 53, mengalami luka berat dan dilarikan ke RS QIM.

"Warga memang sering lewat rel sebagai jalan pintas dari Ujungnegoro ke Karanggeneng," ujar Rudi, perangkat desa setempat.

Rentetan duka ini dimulai pada Sabtu 21 Februari 2026 pagi di awal Ramadan. Tiga pelajar perempuan asal Kelurahan Kasepuhan tewas mengenaskan usai tertemper KA Argo Merbabu di KM 81, dekat GOR Sarengat Batang.

Ketiga korban, Isnati Sawita, 15, Dila, 15, dan Gita, diduga sedang asyik berswafoto (selfie) dan nongkrong di pinggir rel usai subuh tanpa menyadari kedatangan kereta dari arah barat.

"Pas Ramadan memang banyak anak nongkrong dekat rel. Saya selalu ingatkan tapi mereka keras kepala, padahal sangat berbahaya," kata Ramelan, penjaga perlintasan GOR Sarengat.

Menanggapi tingginya angka kecelakaan ini, KAI Daop 4 Semarang memberikan peringatan keras.

Sesuai Pasal 181 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, masyarakat dilarang berada di ruang manfaat jalur KA untuk kepentingan apa pun.

"Kami sangat menyayangkan kejadian yang terus berulang ini. KAI akan terus melakukan sosialisasi dan penguatan prosedur operasional di lapangan untuk menekan angka kecelakaan," tegas Luqman Arif.

Kasatreskrim Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono, juga meminta peran aktif orang tua dan tokoh masyarakat.

"Jangan sampai momen Ramadan dan Lebaran berubah menjadi duka. Sayangi nyawa Anda dengan menjauhi rel kereta api," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#laka #kereta #rel #petugas #batang