Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sidak Pasar, Dinkes Batang Temukan Formalin hingga Boraks

Riyan Fadli • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:01 WIB

SIDAK: Petugas saat memeriksa bahan makanan di pasar Batang.
SIDAK: Petugas saat memeriksa bahan makanan di pasar Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengambil langkah sigap untuk m emastikan isi piring warga tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat, tim laboratorium daerah turun langsung menyisir 15 pasar tradisional serta toko kelontong dan minimarket yang ada di wilayah Batang, terhitung mulai Senin 2 Maret 2026. 

Petugas mengambil sampel secara acak pada makanan yang dicurigai mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya, seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Batang, Nuridin, menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya aktivitas belanja pasar tradisional. 

"Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan rutin menjelang Hari Raya Idulfitri, keamanan pangan di Pasar Batang. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari bahan-bahan berbahaya yang ada di pangan yang dijual," ujar Nuridin saat ditemui di sela-sela pengambilan sampel di Pasar Batang, Rabu 4 Maret 2026.

Sejumlah bahan makanan yang kerap menjadi primadona saat Lebaran, mulai dari daging giling, agar-agar, mi basah, hingga ikan kering tak luput dari pemeriksaan.

Dari hasil sidak di delapan pasar yang menjadi sasaran, Dinkes mendapati sejumlah temuan krusial.  

Di Pasar Plelen, Pasar Batang, dan Pasar Pecalungan, tidak ditemukan bahan tambahan pangan berbahaya.

Sedangkan di Pasar Subah, ditemukan cincau hitam positif mengandung formalin. Pasar Gorong ditemukan gendar positif mengandung boraks. Pasar Beji ditemukan agar-agar berwarna merah positif mengandung formalin.

Pasar Reban ditemukan bleng positif boraks dan krupuk positif rhodamin. Lalu Pasar Warungasem ditemukan frozen food sosis berbentuk telur mata sapi yang mengandung boraks. Meski ada temuan di beberapa lokasi, kondisi di pusat kota terpantau lebih aman.

"Dari hasil pengecekan oleh tim laboratorium daerah untuk pengambilan sampel hari ini, Pasar Batang hasilnya negatif. Namun, ada satu yang positif mengandung boraks, yaitu produk frozen food dari Warungasem," ungkapnya berdasarkan data hasil uji laboratorium.

Adanya BTP berbahaya pada makanan yang dikonsumsi masyarakat membawa ancaman serius bagi kesehatan.

Dampaknya sangat beragam, mulai dari gejala ringan seperti mual muntah, diare, dan sakit perut, hingga risiko berat seperti kerusakan organ vital dan kanker. 

Nuridin memberikan peringatan keras mengenai bahaya zat kimia seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil yang sering disalahgunakan.

Menurutnya, zat-zat karsinogenik tersebut menjadi pemicu berbagai penyakit mematikan yang kini banyak menyerang usia muda. 

"Terutama yang berbahaya adalah formalin. Formalin itu bukan untuk makanan, kadar sedikit pun itu sudah dilarang. Bahan-bahan berbahaya itu karsinogenik, menimbulkan kanker. Sekarang banyak kasus ibu-ibu di usia muda sudah kena kanker leher rahim atau kista, itu salah satunya karena bahan karsinogenik," jelasnya.

Sebagai solusi, Dinkes mengimbau pedagang dan produsen untuk beralih menggunakan BTP yang legal, seperti Natrium Benzoat, dengan tetap memperhatikan batas takaran yang diizinkan. Masyarakat juga dituntut menjadi konsumen cerdas.

"Jangan lupa cek KLIK dari BPOM: Kemasan, Label, Izin edar, sama Kedaluwarsa. Jangan lupa cek empat itu," pesan Nuridin.

Terkait temuan produk mengandung boraks dan formalin di beberapa pasar, pihak Dinas Kesehatan tidak langsung menjatuhkan sanksi berat.

Mereka mengedepankan langkah persuasif dengan memanggil pedagang yang bersangkutan untuk diberikan pengarahan agar tidak lagi mengedarkan barang yang membahayakan kesehatan masyarakat. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#sidak #formalin #boraks #pasar #makanan #batang