Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Waspada Cuaca Ekstrem Intai Batang hingga 7 Maret, Ini Penjelasan BPBD

Riyan Fadli • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:15 WIB

Badai: Suasana pasca bencana hujan badai di Pantura Kabupaten Batang.
Badai: Suasana pasca bencana hujan badai di Pantura Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Kabupaten Batang diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.

Pasalnya, rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang pesisir utara Jawa Tengah belakangan ini diprediksi belum akan berakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan mengintai wilayah ini hingga 7 Maret mendatang. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Fajeri, menegaskan bahwa cuaca buruk ini merupakan bagian dari fenomena alam yang sudah diprediksi sebelumnya.

"Memang ada peringatan dari BMKG. Peringatan untuk tanggal 3 sampai tanggal 7 Maret ini berpotensi cuaca ekstrem, baik angin kencang, hujan lebat, maupun petir. Kami minta masyarakat untuk sangat berhati-hati," tegas Fajeri, Kamis 5 Maret 2026.

pohon tumbangBaca Juga: Hujan Angin Terjang Batang, Tiga Warga Tewas Tertimpa Pohon Tumbang, Fasilitas Umum Rusak

Berdasarkan data sementara yang terus diperbarui oleh BPBD Batang, cuaca ekstrem berupa hujan badai dan angin kencang ini telah memporak-porandakan setidaknya 10 kecamatan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu 4 Maret 2026 sore.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Batang, Warungasem, Wonotunggal, Bandar, Tulis, Kandeman, Subah, Pecalungan, Banyuputih, dan Gringsing. 

Dari kesepuluh wilayah tersebut, Kecamatan Subah tercatat sebagai daerah yang mengalami dampak paling parah.

Hantaman angin kencang menyebabkan puluhan pohon berukuran besar tumbang, memutus akses, dan menimpa apa saja yang ada di bawahnya, terutama di sepanjang Jalur Pantura. 

Nahas, ganasnya cuaca ekstrem ini tak hanya merusak fasilitas fisik, tetapi juga merenggut korban jiwa.

Hingga saat ini, BPBD Batang mencatat ada tiga korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di lokasi yang berbeda. 

"Puluhan pohon tumbang mengenai armada yang sedang lewat, baik di jalur selatan maupun utara Pantura. Di Pantura (Subah) ada satu korban meninggal. Kemudian di Desa Gundang, Kecamatan Subah, pengendara di jalan desa tertimpa pohon juga meninggal dunia," ungkap Fajeri.

Satu korban jiwa lainnya tercatat di wilayah Kecamatan Gringsing. Sebuah pohon besar tumbang dan menghancurkan sebuah warung di pinggir jalan Pantura, mengakibatkan pedagang di warung tersebut tewas seketika.

Terkait banyaknya pohon tumbang di Jalur Pantura, Fajeri menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang sebenarnya tidak tinggal diam.

Sejak bulan Januari, tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah bergerak melakukan mitigasi. 

Operasi pemangkasan dan penjarangan dahan pohon yang membahayakan terus dilakukan dari Gringsing, Banyuputih, Subah, Kandeman, Tulis, hingga Kecamatan Batang.

Operasi ini melibatkan komando Camat setempat bersama Polsek, Koramil, BPBD, PLN, PUPR, hingga relawan masyarakat. 

"Program pemangkasan itu sedang berjalan dari bulan Januari sampai sekarang masih berlangsung. Namun, di tengah perjalanan memang terjadi bencana cuaca ekstrem ini," jelasnya.

Terkait data kerusakan materil seperti rumah warga yang hancur, pihak BPBD mengaku belum bisa memberikan rincian angka pasti.

Saat ini, seluruh jajaran dari tingkat Pemdes hingga Kecamatan masih berjibaku memprioritaskan evakuasi darurat dan penanganan langsung di lapangan. 

Mengingat ancaman cuaca buruk yang masih mengintai hingga 7 Maret, masyarakat Batang, khususnya pengguna jalan raya dan warga yang tinggal di dekat pohon besar atau tebing, diminta untuk ekstra waspada dan menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat disertai angin melanda. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#badai #cuaca ekstrem #batang