Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tiga Hari Gelap Gulita, PLN Catat 130 Ribu Pelanggan Terdampak Pohon Tumbang di Batang

Riyan Fadli • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:15 WIB

PERBAIKAN: Petugas PLN bersama Camat Subah saat meninjau perbaikan tiang listrik di jalur Pantura.
PERBAIKAN: Petugas PLN bersama Camat Subah saat meninjau perbaikan tiang listrik di jalur Pantura.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bencana angin puting beliung yang menerjang kawasan Pantura Subah hingga Gringsing pada Rabu 4 Maret 2026 sore menyisakan dampak yang cukup masif.

Imbasnya, sebanyak 130.775 pelanggan PLN di wilayah kerja Pekalongan dan Kabupaten Batang harus hidup dalam gelap gulita lantaran pasokan listrik terputus selama tiga hari dua malam.

Kerusakan jaringan kelistrikan ini terbilang parah. Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekalongan, Hendra Irawan, membeberkan, sedikitnya terdapat 44 tiang listrik utama yang roboh tertimpa pohon jati di sepanjang 10 kilometer jalur Plelen hingga Subah. Bencana ini turut melumpuhkan operasional di 2.354 gardu listrik. 

“Fokus kami saat ini adalah memulihkan jalur utama kelistrikan terlebih dahulu. Ibarat urat nadi pada manusia, peredaran darah harus dilancarkan di jalur utamanya dulu, baru setelah itu bisa menyuplai ke jalur-jalur kecil yang menuju permukiman warga,” ungkap Hendra saat meninjau langsung proses perbaikan di lapangan. 

Guna mempercepat penormalan jaringan, PLN tak main-main. Sebanyak 14 tim gabungan dikerahkan secara full team.

Bantuan personel tak hanya datang dari area Batang dan Pekalongan, melainkan juga didatangkan dari wilayah Semarang, Kudus, hingga Surakarta. Mereka bekerja estafet 3x24 jam nonstop.

Hendra mengakui, anomali cuaca menjadi tantangan paling berat bagi petugas di lapangan. Hujan deras yang kerap turun mendadak disertai angin kencang membuat pohon-pohon di sekitar lokasi rawan tumbang susulan dan kembali menimpa jaringan yang baru saja rampung diperbaiki.

"Untuk proses penyambungan kabel tegangan tinggi ini, pantang dilakukan saat kondisi hujan karena sangat berisiko memicu kegagalan sistem dan kecelakaan kerja. Jadi kami pastikan kondisinya benar-benar aman," jelasnya.

Sebagai strategi percepatan (recovery), PLN juga menerapkan sistem rekayasa jaringan. Suplai listrik sementara dialihkan melalui jalur selatan dari arah Batang untuk bisa menjangkau area Subah.

Evakuasi kabel yang melintang di jalan raya juga bisa ditangani dengan cepat berkat pengamanan langsung dari jajaran Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. 

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Subah juga merespons cepat jeritan warganya yang terdampak pemadaman berkepanjangan.

Baca Juga: Warga Desa Bukur Kabupaten Pekalongan Dibantu Polisi Pulihkan Lingkungan Pascabencana Angin Kencang

Camat Subah, M. Yasin, menuturkan bahwa dari total 12 desa yang terdampak di wilayahnya, enam di antaranya sudah berhasil menyala kembali pada Jumat 6 Maret 2026 sore.

“Sesuai dengan instruksi Bapak Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, kami langsung mengambil langkah darurat dengan mendirikan posko genset, minimal satu unit di tiap desa yang masih padam,” tandas Yasin. 

Keberadaan posko genset desa ini terbukti krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama sebagai sumber penerangan darurat dan tempat bagi warga untuk sekadar mengisi daya baterai handphone agar akses komunikasi tidak terputus di tengah bencana.

Mewakili instansinya, pihak PLN turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga yang terdampak, dan memastikan petugas terus siaga hingga 100 persen wilayah kembali terang benderang. (yan/ida) 

Editor : Ida Nor Layla
#badai #listrik #pantura #pohon tumbang