METROPEKALONGAN.COM, Batang - Dinamika formasi keanggotaan terjadi di tubuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang.
Eko Santoso resmi melenggang ke kursi legislatif sebagai anggota DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi Partai Golkar melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW). Ia menggantikan Bambang Sasongko untuk sisa masa keanggotaan periode 2024-2029.
Keputusan ini telah resmi melalui pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi.
Dalam kesempatan tersebut, Suudi membacakan Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 170/109 Tahun 2024 yang meresmikan pemberhentian Bambang Sasongko dengan hormat, sekaligus pengangkatan Eko Santoso.
"Meresmikan pemberhentian dengan hormat Bambang Sasongko sebagai anggota DPRD Kabupaten Batang dari Partai Golongan Karya, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya," tegas Suudi, dalam Rapat Paripurna Rabu 11 Maret 2026.
Ditemui usai prosesi, Eko Susanto mengaku akan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan ritme kerja legislatif dulu. Sebagai pendatang baru, ia merasa perlu banyak belajar dari para pendahulunya.
"Pertama kita beradaptasi dulu Mas, karena masih baru. Belum ngerti apa-apa. Beradaptasi secepatnya dengan teman-teman anggota dewan yang senior, terutama di (Fraksi) Partai Golkar," ungkap Eko.
Merespons beredarnya asumsi bahwa proses PAW ini terkesan mendadak dan dilatarbelakangi isu lain, Eko secara tegas menepis hal tersebut.
Menurutnya, proses transisi ini sudah direncanakan secara matang dan transparan sejak akhir tahun lalu.
"Kalau mendadak sih ndak, Pak. Itu sebenarnya sudah lama. Mas Bambang komunikasi dengan saya sudah dari bulan 10 (Oktober 2025)," paparnya.
Eko mengaku awalnya ia tidak serta-merta menerima tawaran tersebut karena menjaga perasaan dan etika pertemanan.
"Awal itu saya secara pribadi tidak terus kemudian menerima. Mbok menawa Mas Bambang masih ada kurangnya, rasanya tidak enak. Akhirnya di awal Januari kita sama Mas Bambang ke DPD Golkar dan membuat surat pengunduran," imbuhnya.
Terkait alasan utama mundurnya Bambang Sasongko, Eko memastikan hal itu murni karena pilihan jalur profesional. Bambang disebut ingin sepenuhnya fokus mengembangkan bisnisnya.
"Mas Bambang itu sudah mau jadi pengusaha. Beliau mau murni menjadi pengusaha dan meninggalkan jabatan anggota dewan. Ndak ada hal lain (isu miring)," pungkas Eko. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla