Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Batang Tepis Isu Kekurangan Guru, Rasio Masih Ideal 1:17

Riyan Fadli • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:35 WIB

PELANTIKAN: Suasana pelantikan Kepala Sekolah di Gedung Guru Kabupaten Batang .
PELANTIKAN: Suasana pelantikan Kepala Sekolah di Gedung Guru Kabupaten Batang .

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang baru saja melantik 128 guru untuk promosi menempati posisi Kepala Sekolah, di Gedung Guru, Kamis 12 Maret 2026.

Ratusan pimpinan sekolah baru tersebut terdiri dari 3 Kepala TK, 115 Kepala SD, dan 10 Kepala SMP.

Di tengah kekhawatiran adanya kekurangan tenaga pendidik akibat promosi ini, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan bahwa secara rasio, Kabupaten Batang sama sekali tidak kekurangan guru.

Dalam agenda pelantikan tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan penekanan khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik.

Mereka kini menjadi penanggung jawab penuh bagi anak-anak Batang di rentang usia golden period atau masa keemasan (6 hingga 15 tahun).

"Saya titip sekali mereka mewariskan hal-hal yang baik seperti ilmu pengetahuan, kemudian inovasi, serta kepribadian yang unggul pada anak-anak di Kabupaten Batang," tegas Faiz.

Terkait isu yang beredar mengenai kekurangan hingga 1.000 guru di Kabupaten Batang di tengah moratorium rekrutmen, Bupati Faiz memiliki pandangan berbeda.

Ia menepis narasi kekurangan guru tersebut dan menyebut persoalan saat ini murni karena masalah manajerial dan regulasi penempatan.

"Rasio ideal antara guru dan murid itu 1 banding 20. Kita hari ini punya 82.000 murid dengan 5.000 guru. Rasionya masih 1 banding 17. Jadi masih sangat ideal," jelasnya.

Faiz menambahkan bahwa pemerataan pendidik saat ini masih terhalang oleh regulasi, di mana guru berstatus PPPK tidak bisa dengan gampang digeser antarsekolah.

Karena tidak ada rekrutmen baru, ia juga memastikan tidak ada pembengkakan atau perubahan pada kemampuan anggaran daerah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengakui bahwa naiknya 128 guru menjadi kepala sekolah ini otomatis memberikan efek kekosongan jam mengajar di sekolah asal. Total ada penambahan kebutuhan 128 guru pengajar pasca-pelantikan.

Untuk mencegah ketimpangan proses belajar mengajar, Disdikbud Batang telah menyiapkan formula khusus. Seperti, melakukan pemerataan guru dari sekolah-sekolah dalam satu zonasi.

"Contoh SD yang kekurangan tinggal dua guru, kemudian SD terdekat ada empat guru, ya kita ambil satu biar imbang," terang Bambang.

Disdikbud juga merencanakan program bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah (linier dengan pendidikan) untuk mengajar di SD atau SMP terdekat dari rumah mereka. Bambang menegaskan program magang ini bersifat sukarela tanpa honorarium. 

"Daripada nganggur ilmunya hilang, kan itu bisa sambil belajar magang sebelum mereka mendapat pekerjaan," imbuhnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kepala sekolah #batang #guru