METROPEKALONGAN.COM, Batang – Nasib tragis menimpa Karmali, 75. Pria lanjut usia (lansia) asal wilayah Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang ini ditemukan tewas gantung diri pada Selasa 17 Maret 2026.
Aksi nekat ini diduga kuat lantaran korban mengalami depresi berat akibat persoalan keluarga.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Ahmad Fajar. Saat itu, saksi yang tengah berada di area persawahan terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di sebuah pohon sukun.
Saat ditemukan tak bernyawa, Karmali tampak mengenakan sarung motif cokelat putih, kemeja cokelat, lengkap dengan kupluk berwarna hitam penutup kepala.
Mengetahui kejadian nahas tersebut, Ahmad Fajar segera meminta tolong warga sekitar dan melapor kepada perangkat desa setempat.
Kasatreskrim Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono, membenarkan adanya peristiwa warga gantung diri di Bandar tersebut.
Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.25 WIB dan langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan serta olah TKP.
“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Bandar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal kepolisian, dugaan sementara mengarah pada motif tekanan mental atau depresi.
Pemicunya diduga kuat berkaitan dengan masalah aset keluarga. Tanah milik korban disebut-sebut telah dijual oleh anak kandungnya tanpa persetujuan sang ayah.
“Untuk dugaan awal, korban mengalami tekanan hebat akibat tanahnya dijual oleh anaknya sendiri,” jelas Iptu Albertus.
Usai proses evakuasi dan pemeriksaan luar oleh petugas medis selesai dilakukan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum lanjutan dan telah mengikhlaskan kepergian korban untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.(yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla