METROPEKALONGAN.COM, Batang - Destinasi wisata yang super ramah di kantong, adalah Desa Wisata (Deswita) Pandansari di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Bahkan masih tanpa karcis untuk masuk lokasi.
Kawasan wisata yang menawarkan konsep wisata tanpa karcis masuk ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam pedesaan.
Dari wisata kuliner tradisional ini, menggugah selera hingga petualangan air yang seru. Wisatawan hanya perlu merogoh kocek untuk makanan atau wahana yang ingin dinikmati.
Wajah Deswita Pandansari kini tak hanya lekat dengan wisata adrenalin. Sentra wisata ini perlahan menjelma menjadi surga baru bagi para pemburu kuliner tradisional yang ingin lari dari hiruk-pikuk kota.
Membentang sejauh 2 kilometer di sepanjang jalan beton tepi sungai, puluhan warung sederhana berjejer menawarkan tempat istirahat nan "syahdu".
Di sini, pengunjung bisa menyantap Sego Megono hangat—nasi rames khas dengan cacahan nangka muda, parutan kelapa, bumbu rempah, dan aroma bunga kecombrang yang otentik.
Kenikmatan ini semakin sempurna karena pedagang memegang prinsip fresh from the wajan.
Tempe mendoan digoreng dadakan saat dipesan. Perpaduan nasi megono yang gurih pedas, mendoan yang masih kemebul (mengepul panas), ditemani semilir angin, gemericik air sungai, serta pemandangan sawah dan pegunungan, menciptakan pengalaman makan sederhana namun terasa mewah.
"Di sini enak buat olahraga jogging, setelah itu sarapan megono," ujar Rahma, salah satu pengunjung asal Pekalongan yang datang bersama pasangannya.
Puas memanjakan perut, saatnya memanjakan mata dan fisik. Bagi keluarga yang membawa anak-anak, sungai di Pandansari adalah arena bermain alam yang sangat menyenangkan.
Arus sungainya yang tenang dengan kedalaman yang dangkal membuatnya sangat aman bagi pengunjung segala usia.
Pengunjung bisa sekadar menyewa ban untuk bermain air di pinggiran sungai, atau mencoba paket river tubing yang menjadi primadona.
Tidak perlu biaya mahal, wisatawan sudah mendapatkan paket komplit menyusuri sungai sepanjang 4 kilometer, transportasi lokal, pemandu wisata, asuransi, dokumentasi, hingga fasilitas makan dan minum.
Keamanan pun menjadi prioritas utama. Ban yang digunakan dilengkapi dudukan dan pegangan khusus.
Setiap peserta dibekali decker pelindung siku dan lutut, serta dijaga oleh petugas siaga di berbagai titik sungai.
Sejak ditetapkan sebagai desa wisata, Desa Pandansari menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Batang.
Ada berbagai pilihan wisata, seperti outbound, hiking, river tubing, rafting, dan camping spot. River tubing ini memiliki dua pilihan jalur, yakni 2 kilometer atau yang 4 kilometer. Yang 2 kilometer untuk anak-anak dan 4 kilometer untuk dewasa.
Sungai yang dilalui memiliki lebar 7 meter dengan kedalaman 30 sentimeter hingga 1 meter. Walaupun arusnya deras tidak berbahaya bagi pengunjung.
Susur sungai semakin seru karena dilakukan bersama-sama. Minimal ada enam orang dalam tiap sesinya.
Tepian sungai itu juga telah dibangun jalan hingga ke Bendung Krompeng. Pengunjung yang tak ikut nyebur bisa mudah mengambil gambar.
Tempat wisata tersebut mulai berdiri sejak tahun 2015 dan mulai dirintis sejak 2012. Area wisata buka setiap hari, kecuali hari Jumat. Lokasinya dekat dari pusat Kota Batang maupun Pekalongan. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla