Optimalkan Wisata Religi di Haul Sunan Kajoran Gringgingsari, Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 22:37 WIB
Asisten I Setda Kabupaten Batang, Darsono (DOK PRIBADI)
Asisten I Setda Kabupaten Batang, Darsono (DOK PRIBADI)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus berupaya mendongkrak perekonomian masyarakat.

Salah satu langkah strategisnya adalah melalui optimalisasi potensi wisata religi yang momennya tergambar kuat dalam peringatan Haul Sunan Kajoran di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal.

Dalam perhelatan akbar yang menyedot perhatian ribuan peziarah tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan berhalangan hadir secara langsung lantaran adanya agenda kedinasan yang bersamaan.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Pemkab Batang itu pun diwakilkan kepada Asisten I Setda Batang, Darsono.

Bagi masyarakat Batang dan sekitarnya, Haul Sunan Kajoran yang juga dikenal dengan nama Syekh Abdurrahman Kajoran bukan sekadar rutinitas tahunan untuk ngalap berkah.

Momen ini menjadi napak tilas untuk mengenang jejak perjuangan sang penyebar syiar Islam.

“Beliau bukan hanya pejuang, tapi juga tokoh ulama yang telah berjuang mewariskan ilmu kepada kita, khususnya masyarakat Gringgingsari,” ungkap Darsono.

Lantaran berdekatan dengan momen pasca-Lebaran, acara haul ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan halalbihalal massal bagi warga.

“Setelah kita melewati puasa satu bulan penuh dengan segala ujian dan godaan, saya mengucapkan minal aidzin wal faizin di hari yang bahagia ini,” katanya.

Di sisi lain, ia menyoroti betapa kentalnya tradisi kebersamaan warga Desa Gringgingsari dalam menyukseskan acara besar tersebut. Sikap ini dinilai sebagai aset sosial yang tak ternilai harganya.

“Saya sangat mengagumi dan mengapresiasi masyarakat Batang dalam mengaplikasikan gotong royong sesuai ajaran para pendahulu,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Batang berkomitmen kuat untuk terus memfasilitasi pembangunan daerah yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. Desa Gringgingsari sendiri dinilai memiliki paket komplit, mulai dari potensi pertanian, pesona wisata alam, hingga magnet wisata religi yang kuat.

Ia meyakini, tata kelola wisata religi yang baik akan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup dan perputaran uang di masyarakat lokal.

“Dengan banyaknya peziarah yang datang, insyaallah akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
wisata religi haul Kabupaten Batang