METROPEKALONGAN.COM, Batang – Nasib nahas menimpa Laila Kayla Putri Anindya. Bocah perempuan berusia 11 tahun asal Dukuh Kedungrejo, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang ini, meregang nyawa usai tenggelam terseret arus aliran Sungai Kramat, Kamis siang 2 April 2026.
Petaka bocah tenggelam di Batang ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya di kawasan Sungai Kramat, Dukuh Kedungkancil, Proyonanggan Selatan.
Kapolsek Batang Kota, AKP Hozali membeberkan, insiden bermula saat korban bersama tiga temannya yang rata-rata masih berusia 10 tahun, pergi bermain ke area sungai.
Dari keterangan sejumlah saksi di lapangan, keempat bocah tersebut awalnya hanya bermain di bantaran sungai.
Namun, tiga anak di antaranya nekat turun untuk berenang, meski kondisi arus sungai sedang deras.
Nahas, korban yang ikut terjun ke air diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terseret derasnya arus Sungai Kramat.
“Korban sempat meminta tolong, namun ketiga temannya tidak berani menolong karena arus cukup kencang,” kata Kapolsek Batang Kota.
Melihat korban kewalahan dan terseret air, dua warga setempat yang berada tak jauh dari lokasi, yakni Suwanto dan Istiar, langsung bereaksi cepat. Keduanya berupaya keras memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari dalam sungai.
Korban yang berhasil diangkat ke daratan dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke RSUD Kalisari Batang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun sayang, takdir berkata lain. Upaya penyelamatan tersebut tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.45 WIB, tim medis menyatakan bocah 11 tahun itu telah meninggal dunia.
Mendapat laporan adanya insiden tersebut, jajaran Polsek Batang Kota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, serta memintai keterangan para saksi.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan kami juga telah melakukan pendataan saksi serta penanganan sesuai prosedur,” jelas AKP Hozali.
Suasana duka pun menyelimuti kediaman keluarga korban di Proyonanggan Selatan. Pihak keluarga telah ikhlas menerima kepergian korban sebagai musibah.
Peristiwa tragis ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua di Kabupaten Batang agar lebih ekstra dalam mengawasi anak-anaknya, terutama saat bermain di lokasi rawan kecelakaan seperti sungai berarus deras. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla