Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Faiz Nyekar Bareng di Makam Bupati Pertama, Teladani Sosok Pangeran Mandurorejo

Riyan Fadli • Selasa, 7 April 2026 | 09:54 WIB
NYEKAR : Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama unsur Forkompinda saat nyekar di makam Bupati Batang pertama. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
NYEKAR : Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama unsur Forkompinda saat nyekar di makam Bupati Batang pertama. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Kendal– Mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang, Bupati Batang M Faiz Kurniawan melakukan ziarah ke makam Pangeran Kiai Mandurorejo, Senin 6 April 2026.

Makam tokoh bersejarah yang dikenal sebagai bupati pertama Batang tersebut berlokasi di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Kegiatan spiritual dan napak tilas sejarah ini menjadi tradisi penting bagi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang setiap menyambut hari jadi daerahnya.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan mengungkapkan, kunjungan ini adalah momentum penting untuk merefleksikan perjuangan para pendahulu sebelum melangkah lebih jauh membangun daerah.

"Pagi hari ini, kita sowan ke makbaroh Pangeran Kiai Mandurorejo. Beliau adalah bupati pertama Kabupaten Batang pada waktu itu. Ini menjadi momentum kita untuk mengawali rangkaian HUT ke-60 di wilayah Kabupaten Batang," ujarnya.

Menurut Faiz, banyak teladan yang bisa diambil dari sosok Pangeran Mandurorejo. Ia menyoroti kegigihan, kesabaran, dan etos perjuangan yang luar biasa dari sang tokoh.

Pada masa itu, tantangan yang dihadapi bukan hanya penjajah, tetapi juga kondisi alam dan keterbatasan akses.

"Tetapi karena kegigihan beliau, akhirnya Batang bisa seperti saat ini," tambah Faiz.

Di momen HUT ke-60 ini, Faiz menaruh harapan besar bagi kemajuan daerah yang dipimpinnya.

"Harapannya ini menjadi momentum lompatan kita untuk menjadi Kabupaten Batang yang memiliki quality of life (kualitas hidup) yang baik," tegasnya.

Sementara itu, Juru Kunci Makam Pangeran Mandurorejo, Ghufron, membeberkan sisi lain dari keberadaan makam tokoh yang sejatinya merupakan Adipati dari Mataram tersebut.

Berdasarkan sejarah yang diyakini secara turun-temurun, Pangeran Mandurorejo merupakan bupati pertama untuk wilayah Pekalongan dan Batang.

Ghufron, yang telah mengabdi sebagai juru kunci selama empat tahun berbekal Surat Keputusan (SK) dari Desa Protomulyo menjelaskan, karakteristik peziarah di makam Pangeran Mandurorejo sedikit berbeda.

"Biasanya yang ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo hanya peziarah khusus yang punya hajat. Orang-orang tertentu saja yang biasanya ke sini," ungkap Ghufron.

Sementara itu, untuk masyarakat umum yang ingin berziarah biasa, rata-rata lebih memilih datang ke makam Kiai Asy'ari yang letaknya tidak jauh dari lokasi tersebut.

Sebagai tokoh kunci yang menjadi cikal bakal terbentuknya dua wilayah, makam Pangeran Mandurorejo rutin mendapat kunjungan dari dua kepala daerah setiap tahunnya.

"Kalau bupati biasanya hanya dua (yang berziarah). Bupati Pekalongan pas bulan Agustus saat Hari Jadi Pekalongan, dan Bupati Batang pada bulan April," tutup Ghufron. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Bupati Batang M Faiz Kurniawan #HUT Batang #hari jadi #ziarah makam